| NIM | D1A017166 |
| Namamhs | AJENG SANGGITA NINGRUM |
| Judul Artikel | KONSUMSI PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR PAKAN KAMBING PERAH YANG DISUPLEMENTASI BAWANG PUTIH (Allium sativum) DAN MINERAL ORGANIK |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi bawang putih (Allium sativum) dan mineral organik dalam pakan kambing perah terhadap konsumsi protein kasar (PK) dan konsumsi serat kasar (SK). Materi yang digunakan pada penelitian ini menggunakan 4 ekor kambing Saanen Peranakan Ettawa (SAPERA). Pakan yang diberikan berupa 70% hijauan dan 30% konsentrat, Se 0.3 ppm, Cr 1.5 ppm, Zn-Lysinate 40 ppm, 250 ppm bawang putih, dan preparat komersial (Rumensin 30 mg). Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diujicobakan yaitu R0 : Pakan Basal (70% Silase tebon jagung+30% ampas tahu); R1 : R0+ Preparat komersial (Rumensin 30 mg); R2 : R0+250 ppm bawang putih (1.7% allicin); dan R3 : R0+Mineral Organik (0.3 ppm Se+1.5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein kasar (g/ekor/hari) dengan rataan R0 : 111,68±1,2555; R1: 97,08±0,4555; R2: 102,63±1,6507; dan R3: 118,04±0,7316, namun perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi serat kasar (g/ekor/hari) dengan rataan R0 : 112,14±0,5517; R1 : 115,91±0,6177; R2 : 137,02±0,6744; dan R3 : 160,80±1,0808. Kesimpulan bahwa suplementasi mineral organik (0.3 ppm Se+1.5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate) meningkatkan konsumsi protein kasar dan tidak meningkatkan konsumsi serat kasar, namun suplementasi bawang putih tidak meningkatkan konsumsi protein kasar dan konsumsi serat kasar. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to examine the effect of garlic (Allium sativum) and organic mineral supplementation in dairy goat feed on crude protein (PK) consumption and crude fiber (SK) consumption. The material used in this study used 4 Saanen Peranakan Ettawa (SAPERA) goats. The feed given was 70% forage and 30% concentrate, Se 0.3 ppm, Cr 1.5 ppm, Zn-Lysinate 40 ppm, 250 ppm garlic, and commercial preparations (Rumensin 30 mg). The research method used is experimental using the Latin Square Design (RBSL) with 4 treatments and 4 replications. The treatments tested were R0 : Basalt Feed (70% Tebon corn silage + 30% tofu dregs); R1 : R0+ Commercial preparations (Rumensin 30 mg); R2 : R0+250 ppm garlic (1.7% allicin); and R3 : R0+Organic Minerals (0.3 ppm Se+1.5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate). The results showed that the treatment had a significant effect (P<0.05) on crude protein consumption (g/head/day) with an average of R0: 111.68±1.2555; R1: 97.08±0.4555; R2: 102.63±1.6507; and R3: 118.04±0.7316, but the treatment had no significant effect (P>0.05) on crude fiber consumption (g/head/day) with an average of R0 : 112,14±0,5517; R1 : 115,91±0,6177; R2 : 137,02±0,6744; dan R3 : 160,80±1,0808. The conclusion was that organic mineral supplementation (0.3 ppm Se+1.5 ppm Cr+40 ppm Zn-lysinate) increased crude protein consumption and did not increase crude fiber consumption, but garlic supplementation did not increase crude protein consumption and crude fiber consumption. |
| Kata kunci | Bawang putih, Mineral organik, Sapera, Konsumsi, PK, dan SK |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Caribu Hadi Prayitno, MP |
| Pembimbing 2 | Dr. Munasik, MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 6 |
| Tgl. Entri | 2021-07-30 20:25:14.91708 |
|---|