Artikel Ilmiah : B1A017146 a.n. ANNANDA NURANISAH

Kembali Update Delete

NIMB1A017146
NamamhsANNANDA NURANISAH
Judul ArtikelFREKUENSI PEMBERIAN PAKAN LIMBAH INDUSTRI CARICA (Vasconcellea pubescens A.DC) TERHADAP PERKEMBANGAN LARVA BLACK SOLDIER FLY (Hermetia illucens L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Limbah industri carica (Vasconcellea pubescens A.DC) di Wonosobo yang menumpuk dapat menjadi permasalahan baru. Black Soldier Fly/ BSF (Hermetia illucens L.) yang merupakan serangga biodegradator, dapat menjadi solusi tepat bagi limbah organik.. Serangga ini mampu mengkonversi sampah organik menjadi sumber nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas frekuensi pemberian pakan limbah industri carica terhadap perkembangan larva BSF, mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan terhadap pertambahan biomassa larva serta mengetahui survival rate dari larva BSF yang diberikan pakan carica. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pakan yaitu carica dan pakan ayam sebagai kontrolnya serta frekuensi pemberian pakan sebagai faktor kedua dyang dilakukan selama 24 hari dengan cara mengatur manajemen pemberian pakan larva BSF dengan frekuensi harian berupa satu hari sekali, dua hari sekali dan tiga hari Variabel penelitian berupa efektivitas frekuensi pemberian pakan larva BSF terhadap pertumbuhan dan perkembangannya dengan parameter yaitu lebar kapsul kepala, perhitungan banyak larva yang menjadi prepupa, biomassa larva serta survival rate dari larva BSF. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada tingkat keteliatian 95% dan apabila berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan uji DMRT dengan ketelitian 95%. Hasil penelitian didapatkan Frekuensi pemberian pakan baik frekuensi satu hari sekali (F1), frekuensi dua hari sekali (F2), dan frekuensi tiga hari sekali (F3) tidak berpengaruh terhadap perkembangan larva BSF (P>0,05). Frekuensi pemberian pakan berpengaruh terhadap biomassa larva dimana untuk frekuensi pemberian pakan setiap hari (F1) memiliki biomassa tertinggi sedangkan mekanisme frekuensi pemberian pakan tiga hari sekali (F3), meskipun diberikan kuantitas bobot pakan yang sama per harinya, tetap memiliki biomassa yang paling rendah. 3) Survival rate pemberian pakan carica lebih rendah yaitu sekitar 60-70% pada frekuensi satu hari sekali (F1), frekuensi dua hari sekali (F2), dan frekuensi tiga hari sekali (F3) dibanding dengan pemberian pakan pur ayam yang masih mencapai 90% pada tiap perlakuannya.
Abtrak (Bhs. Inggris)The accumulation of carica (Vasconcellea pubescens A. DC) industrial waste in Wonosobo can be a new problem. Black Soldier Fly/BSF (Hermetia illucens L.) which is a biodegradator insect, can be the right solution for organic waste. This insect is able to convert organic waste into a source of nutrients for its growth and development. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the frequency of feeding carica industrial waste on the development of BSF larvae, to determine the effect of feeding frequency on the increase in larval biomass and to determine the survival rate of BSF larvae fed Carica feed. The study was conducted using an experimental method using a factorial completely randomized design (RAL) with two factors. The first factor is the type of feed, namely carica and chicken feed as controls and the frequency of feeding as the second factor which is carried out for 24 days by regulating BSF larval feeding management with a daily frequency of once a day, every two days and three days. The research variable is effectiveness. the frequency of feeding BSF larvae on growth and development with parameters, namely the width of the head capsule, the calculation of the number of larvae that became prepupae, larval biomass and survival rate of BSF larvae. The data obtained were analyzed by ANOVA at an accuracy of 95% and if it had a significant effect, it would be continued with the DMRT test with an accuracy of 95%. The results showed that the frequency of feeding once a day (F1), twice a day (F2), and every three days (F3) had no effect on the development of BSF larvae (P> 0.05). The frequency of feeding affects the biomass of larvae where the frequency of feeding every day (F1) has the highest biomass, while the mechanism of feeding frequency every three days (F3), although given the same quantity of feed weight per day, still has the lowest biomass. The survival rate of carica feeding is lower, which is about 60-70% at a frequency of once a day (F1), a frequency of every two days (F2), and a frequency of once every three days (F3) compared to feeding of chicken pellet which still reaches 90 % in each treatment.
Kata kunciBSF, carica, frekuensi, perkembangan, pertumbuhan.
Pembimbing 1Dr. Trisnowati Budi Ambarningrum, M. Si
Pembimbing 2Atang, S.Si, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2021-07-23 18:47:13.228529
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.