Artikel Ilmiah : A1A016086 a.n. ESA ELOK PUJI LESTARI

Kembali Update Delete

NIMA1A016086
NamamhsESA ELOK PUJI LESTARI
Judul ArtikelAnalisis Peramalan Harga Bawang Putih Eceran di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sebanyak 95 persen kebutuhan konsumsi bawang putih Indonesia disokong oleh impor. Pengetahuan terbatas yang dimiliki oleh pelaku pasar terkait kondisi perdagangan internasional menyebabkan harga eceran bawang putih menjadi fluktuatif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi fluktuasi harga adalah dengan mengidentifikasi faktor-faktor determinan dalam perubahan harga, serta melakukan peramalan harga. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pergerakan harga bawang putih eceran Indonesia, 2) mengetahui model yang tepat untuk meramalkan harga bawang putih eceran Indonesia, dan 3) meramalkan harga bawang putih eceran Indonesia periode Juli – Desember 2021. Penelitian menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, dan sumber lain yang relevan. Pergerakan harga bawang putih eceran dianalisis menggunakan analisis deskriptif, sementara peramalan harga dilakukan dengan model ARIMAX. Hasil penelitian menunjukkan harga bawang putih eceran Indonesia periode Maret 2013 – Desember 2020 berfluktuasi dan cenderung meningkat. Fluktuasi harga ini turut dipengaruhi oleh fluktuasi volume impor yang disebabkan adanya jeda penerbitan RIPH dan PI, keterlambatan panen di Tiongkok, peningkatan konsumsi, dan pergerakan harga bawang putih domestik. Model terbaik untuk peramalan harga bawang putih eceran di Indonesia adalah model ARIMAX (1,1,2) dengan variabel independen dummy Hari Raya Idul Fitri, total konsumsi dalam negeri, dan volume impor bawang putih. Model ini memiliki rata-rata absolute error sebesar Rp5.659,13 per kilogram dibanding data pengujian. Harga bawang putih eceran Indonesia periode Juli – Desember 2021 diramalkan akan stabil dan cenderung meningkat di kisaran Rp29.164,57 per kilogram hingga Rp29.501,81 per kilogram. Pergerakan harga ini dipengaruhi oleh fluktuasi volume impor pada periode tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)Ninety five percent of Indonesian garlic demand is supplied by import. Limited knowledge that market participants have about international trade condition has made garlic retail price become fluctuative. One thing that can be done to anticipate price fluctuations is to identify determinant factors in price changes and forecast future price. This research is aimed to 1) knowing the dynamics of garlic retail price in Indonesia, 2) knowing suitable model to forecast garlic retail price in Indonesia, and 3) forecast Indonesia garlic retail price for July – Desember 2021. Secondary data which were collected from Central Bureau of Statistics (BPS), Ministry of Agriculture, and other relevant sources were used in this research. Descriptive analysis was used to elaborate the dynamics of garlic retail price, while ARIMAX model is used for price forecasting. Results showed that Indonesia garlic retail price in March 2013 – December 2021 were fluctuative and tend to upsurge. This fluctuations were influenced by import volume fluctuations due to time gap between RIPH and PI, harvest delay in Tiongkok, increases in domestic garlic consumption, and dynamics of garlic domestic price. Best model to forecast Indonesia garlic retail price is ARIMAX (1,1,2) with dummy of Ied Fitr, total domestic consumption, and garlic import volume as independent variables. This model has mean absolute error of Rp5.659,13 per kilogram compared to testing data. Indonesia garlic retail price in July – December 2021 is forecasted to be stable with upsurging trend at Rp29.164,57 per kilogram to Rp29.501,81 per kilogram. This price dynamics were influenced by import volume fluctuations during that period.
Kata kuncibawang putih, harga eceran, peramalan, ARIMAX
Pembimbing 1Suyono
Pembimbing 2Budi Dharmawan
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2021-07-22 20:17:39.826199
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.