Artikel Ilmiah : K1C017008 a.n. ECA INDAH ANGGRAINI

Kembali Update Delete

NIMK1C017008
NamamhsECA INDAH ANGGRAINI
Judul ArtikelDETEKSI KAPAL DI KEPULAUAN NATUNA BERBASIS METODE
CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK MENGGUNAKAN CITRA
BASEMAP USGS LANDLOOK RESOLUSI TINGGI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Ilegal, Unreported and Unregulated (IUU) fishing merupakan kegiatan
penangkapan ikan yang dilakukan oleh kapal nasional namun tidak melaporkan
hasil tangkapan terhadap otoritas nasional atau kegiatan penangkapan ikan yang
dilakukan kapal asing tanpa seizin negara tersebut. Berdasarkan data dari
Kementrian Kelauran dan Perikanan (KKP) bahwa Satuan Tugas (Satgas) 115
berhasil menangkap 633 kapal pelaku illegal fishing dan berhasil menenggelamkan
488 kapal asing sepanjang tahun 2017–2018. kegiatan IUU fishing sangat
merugikan negara pada sektor pajak dan nelayan lokal pada peluang hasil
tangkapan ikan. Oleh karena itu, diperlukan instrumen pendeteksi kapal secara
otomatis berdasarkan data citra basemap USGS Landlook resolusi tinggi sebagai
salah satu cara untuk dapat menjaga kedaulatan maritim di Indonesia. Data citra
diakusisi dari wilayah Kepulauan Natuna dan diambil pada skala 1:2000. Data hasil
akusisi sebanyak 5 data citra resolusi tinggi berukuran 1680 × 840 piksel, yang
didalamnya terdapat 32 data citra kapal dan 3100 data citra bukan kapal berukuran
80 × 80 piksel. Data citra kapal kemudian dilakukan augmentasi warna dan
geometri sehingga menghasilkan 1440 data baru. Tahap pengelolahan citra
setelahnya adalah membaca dan membagi dataset, pembuatan jaringan syaraf
Convolutional Neural Network (CNN), pelatihan serta pengujian model CNN.
Berdasarkan hasil pengujian pendeteksian objek kapal dan bukan kapal dengan
model CNN didapatkan hasil akurasi sebesar 96,91% dan presisi 96,69%, dengan
waktu pelatihan selama 11,62 detik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Illegal, Unreported and Unregulated (IUU) fishing is an activity carried out
by national ship but doesn’t report catches to national authorities or fishing
activities carried out by foreign ship without permission of the state. Based on data
from Kementrian Kelauran dan Perikanan (KKP), Satuan Tugas (Satgas) 115
capture 633 illegal fishing ship and sinking 488 foreign ship during 2017–2018.
IUU fishing activities are very detrimental to the state on tax sector and local
fishermen on fishing opportunities. Therefore, an automatic ship detection
instrument is needed based on Landlook USGS basemap high resolution image data
to maintain maritime sovereignty in Indonesia. Image data was acquired from the
waters of the Natuna islands and taken at a scale of 1: 2000. The data obtained
from the acquisition are 5 high-resolution image data 1680 × 840 pixels, in which
there are 32 ship image data and 3100 non-ship image data 80 × 80 pixels. The
ship image data then processed by color and geometry augmentation to produce
1440 new data. The image processing stage afterwards is reading and split the
dataset, create Convolutional Neural Network (CNN), training and testing CNN
model. Based on the results of ship and non-ship objects detection with CNN model,
the accuracy results are 96.91% and 96.69% precision, with training time 11.62
seconds.
Kata kunci CNN, basemap USGS, deteksi kapal, IUU fishing, penginderaan jauh.
Pembimbing 1Jamrud Aminuddin, M.Si., Ph.D
Pembimbing 2Dr. Rahmat Arief, Dipl. –Ing
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman99
Tgl. Entri2021-07-22 12:37:06.53853
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.