Artikel Ilmiah : D1A017020 a.n. ULFA LATIFAH PUTRI

Kembali Update Delete

NIMD1A017020
NamamhsULFA LATIFAH PUTRI
Judul ArtikelPENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI KUNING TELUR PADA PENGENCER SUSU SKIM TERHADAP MOTILITAS DAN FERTILITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai kuning telur (ayam niaga petelur, itik, dan puyuh) pada pengencer susu skim terhadap motilitas dan fertilitas spermatozoa ayam Pelung. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen segar dari 10 ekor ayam Pelung dengan umur berkisar antara 1-2 tahun dan 40 ekor ayam niaga petelur dengan umur 82 minggu, kuning telur ayam niaga petelur, itik, puyuh, susu skim, dan aquabidest. Penelitian ini terdiri dari 2 rancangan percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) untuk motilitas dan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk fertilitas dengan 4 jenis perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 = 100% susu skim + 0% kuning telur; P1 = 90% susu skim + 10% kuning telur ayam niaga petelur; P2 = 90% susu skim + 10% kuning telur itik; P3 = 90% susu skim + 10% kuning telur puyuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase motilitas spermatozoa ayam Pelung berkisar antara 38,9-67,2% (nilai tertinggi pada perlakuan P2 dan terendah pada perlakuan P3, P<0,01), sedangkan rata-rata persentase fertilitas spermatozoa ayam Pelung berkisar antara 49,84-85,16% (dengan tertinggi pada perlakuan P1 dan terendah pada perlakuan P0, P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa penambahan 10% kuning telur itik menghasilkan laju motilitas yang paling baik. Namun angka fertilitas pada semua kelompok perlakuan relatif sama.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this study was to determine the effect of adding various kinds of egg yolks of commercial laying hens, quails and ducks) in skim milk diluents on the motility and fertility of Pelung rooster spermatozoa. The materials used in this research were fresh semen from 10 roosters with age ranging from 1-2 years old and 40 commercial strain of egg-laying Isa Brown hens, aging 82 weeks old, egg yolks of commercial laying hens, ducks and, quails, skim milk and aquabidest. This study consisted of 2 experimental designs, a randomized block design (RBD) for motility and a complete randomized design (CRD) for fertility with 4 types of treatments and 5 replications. The treatments given were Po = 100 % skim milk + 0 % egg yolk; P1 = 90% skim milk+ 10 % commercial laying hens egg yolk; P2 = 90 % skim milk+10% duck egg yolk; and P3 = 90% skim milk + 10% quail egg yolk. Result showed that the average percentage of Pelung spermatozoa motility is ranging from 38,9-67,2% (with the highest in P2 treatment and the lowest is in P3 treatment, P<0.01), while the average percentage of Pelung rooster spermatozoa fertility ranged from 49,84-85,16% (with the highest in P1 treatment and the lowest in P0 treatment, P>0.05). It can be concluded that the addition of 10% duck egg yolk resulted in the best motility rate. However, the fertility rate of all the treatment groups was relatively the same.
Kata kunciAyam Pelung, spermatozoa, kuning telur, susu skim, motilitas, fertilitas
Pembimbing 1Prof. Ir. Dadang Mulyadi Saleh, M.S.,M.Agr.Sc.,Ph.D
Pembimbing 2Ir. Sigit Mugiyono, MS
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2021-07-18 15:48:18.081487
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.