Artikel Ilmiah : C1A017046 a.n. GIYANTI SARY HIDAYAH
| NIM | C1A017046 |
|---|---|
| Namamhs | GIYANTI SARY HIDAYAH |
| Judul Artikel | Pengaruh Pembangunan Manusia Terhadap Kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh ketersedian fasilitas kesehatan (jumlah rumah sakit, puskesmas dan klinik serta jumlah tenaga kesehatan) dan ketersedian fasilitas pendidikan (jumlah sekolah dan jumlah tenaga pendidik) terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan data sekunder. Pada penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi berganda terhadap data panel yaitu menggabungkan data time series dan cross section dari masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2016-2019. Hasil dari penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa (1) jumlah infrastruktur kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas) tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah, (2) jumlah tenaga kesehatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah, (3) jumlah infrastruktur pendidikan (sekolah) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah, (4) rasio jumlah tenaga pendidik terhadap siswa berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Kemudian secara bersama-sama, variabel jumlah infrastruktur kesehatan (rumah sakit, klinik, dan puskesmas), jumlah tenaga kesehatan, jumlah infrastruktur pendidikan (sekolah), dan rasio tenaga pendidik terhadap siswa berpengaruh terhadap kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Implikasi dari kesimpulan di atas adalah (1) pemerintah perlu mengkaji kembali pengalokasian pengeluaran pemerintah pada sektor kesehatan yaitu perlunya menyeimbangkan pengeluaran untuk membangun infrastruktur kesehatan dengan pengeluaran untuk dana bantuan kesehatan. Kemudian pemerintah juga diharapkan dapat membuat kebijakan yang dapat membuat masyarakat tertarik untuk menjadi tenaga kesehatan, (2) pemerintah perlu berusaha dalam memaksimalkan pemenuhan ketersediaan fasilitas pendidikan seperti gedung sekolah pada seluruh daerah. Kemudian pemerintah perlu berusaha memenuhi ketersediaan tenaga pendidik dalam jumlah yang memadai, salah satunya dengan membuat kebijakan yang dapat menarik mnat masyarakat untuk menjadi tenaga pendidik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to analyze the effect of the availability of health facilities (number of hospitals, health centers, clinics, and health workers) and the availability of educational facilities (number of schools and number of educators) on poverty in Central Java. This study uses a quantitative approach and secondary data. In this study, the technique used is panel data regression that combines time series in 2016-2019 and cross section data to each district/city in Central Java Province. The results of this study indicate that (1) the number of health infrastructure (hospitals, clinics, and health centers) has no significant effect on poverty in Central Java Province, (2) the number of health workers has a negative and significant effect on poverty in Central Java Province, (3) the number of educational infrastructure (schools) has a negative and significant effect on poverty in Central Java Province, (4) the ratio of the number of educators to students has a negative and significant effect on poverty in Central Java Province. Then the variables of the number of health infrastructure (hospitals, clinics, and health centers), the number of health workers, the number of educational infrastructure (schools), and the ratio of educators to students together have an effect on poverty in Central Java Province. The implications of the above conclusions are (1) the government needs to reassess the allocation of government spending for the health sector, that is, it is necessary to balance health infrastructure development spending with health assistance funds. Then the government is also expected to make policies that can attract people to become health workers, (2) the government needs to make efforts to maximize the fulfillment of the availability of educational facilities such as school buildings in all regions. Then the government needs to try to meet the availability of adequate numbers of teaching staff, one of which is by making policies that can attract people to become educators. |
| Kata kunci | Kemiskinan, Infrastruktur Kesehatan, Tenaga Kesehatan, Infrastruktur Pendidikan, Tenaga Pendidik |
| Pembimbing 1 | Dr. Abdul Aziz Ahmad, S.E., M.Si., CIQnR |
| Pembimbing 2 | Dr. Agus Arifin, S.E., M.Sc., CIQnR |
| Pembimbing 3 | Drs. Goro Binardjo, Msi |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2021-07-13 11:06:04.516074 |