| NIM | D1A017003 |
| Namamhs | NURFA RAMA DIKA |
| Judul Artikel | PENGARUH LEVEL DAN CARA PEMBERIAN MADU TERHADAP KADAR LEMAK ABDOMEN DAN LEMAK DAGING PUYUH JANTAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh level dan cara pemberian madu murni terhadap kadar lemak abdomen dan lemak daging puyuh jantan. Penelitian telah dilaksanakan mulai tanggal 4 Desember 2020 sampai dengan 15 Januari 2021 di Ketapang Farm, Desa Sokaraja Kulon. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah puyuh jantan umur 3 minggu berjumlah 100 ekor yang dipelihara selama 6 minggu. Bahan yang digunakan sebagai perlakuan ialah madu randu. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimental in vivo dan menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari M0 : Tanpa perlakuan (kontrol) ; M1 : Pakan ditambahkan 2,5 ml madu ; M2 : Pakan ditambahkan 5 ml madu ; M3 : Air minum ditambahkan 2,5 ml ; M4 : Air minum ditambakan 5 ml madu. Peubah yang dicatat dan diamati meliputi kadar lemak abdomen dan kadar lemak daging puyuh jantan. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pemberian madu melalui pakan dan air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak abdomen puyuh jantan dan kadar lemak daging puyuh jantan. Rataan hasil kadar lemak abdomen puyuh jantan berturut - turut yaitu M0: 1,26 ± 0,14; M1: 1,025 ± 0,24; M2: 1,45 ± 0,15; M3: 1,32 ± 0,23; M4: 0,73 ± 0,25. Rataan hasil kadar lemak daging puyuh jantan berturut - turut yaitu M0: 1,23 ± 0,094; M1: 1,24 ± 0,22; M2 : 1,54 ± 0,20; M3: 0,81 ± 0,04; M4: 1,62 ± 0,10. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Abstract.The study was conducted from December 4 , 2020 to Januari 15, 2021 at Ketapang farm, Desa Sokaraja Kulon. The material of this study use was 100 male quail aged 3 weeks which was maintained for 6 weeks. The material use as a treatment is randu honey. The study was conducted using in vivo experimental method and using a Completely Randomized Design (CRD). The treatment tested were M0 : without treatment (control); M1: feed ration and 2,5 ml honey; M2: feed ration and 5 ml honey; M3: drinking water and 2,5 ml honey; M4: drinking water and 5 ml honey. Variabel that are recorder an observed which include for content of abdominal fat and fat of male quail meat. The result of the analysis of variance showed that the use of giving honey through feed and drinking water had no significant effect (P>0,05) on for content abdominal fat and meat fat male quail. The average result of content abdominal fat of male quail consecutive was M0: 1,26 ± 0,14; M1: 1,025 ± 0,24; M2: 1,45 ± 0,15; M3: 1,32 ± 0,23; M4: 0,73 ± 0,25. The average result of content meat fat of male quail consecutive was M0: 1,23 ± 0,094; M1: 1,24 ± 0,22; M2 : 1,54 ± 0,20; M3: 0,81 ± 0,04; M4: 1,62 ± 0,10. |
| Kata kunci | Puyuh Jantan, Lemak Abdomen, Lemak Daging, Madu, 6 Minggu |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP |
| Pembimbing 2 | Ir. Sigit Mugiyono, MS |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2021-06-24 20:37:20.06303 |
|---|