Artikel Ilmiah : E1A017128 a.n. PUTRIANA ENDAH MURDAYANTI
| NIM | E1A017128 |
|---|---|
| Namamhs | PUTRIANA ENDAH MURDAYANTI |
| Judul Artikel | PERBANDINGAN RATIO DECIDENDI PUTUSAN HAKIM TERHADAP TINDAK PIDANA PENYIRAMAN AIR KERAS (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 372/Pid.B/2020/PN.Jkt.Utr dan Putusan Nomor 415/Pid.B/2017/PN.Bta) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bersumber pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 372/Pid.B/2020/PN.Jkt.Utr yang dibandingkan dengan Putusan Pengadilan Negeri Baturaja Nomor 415/Pid.B/2017/PN.Bta yang akan menguraikan mengenai perbedaan pertimbangan hakim akan menimbulkan akibat pada berbedanya hukuman yang diberikan kepada terdakwa. Pertimbangan hakim atau ratio decidendi memiliki peranan yang sangat penting sebagai dasar titik tolak untuk menentukan berat ringannya pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa. Pada Putusan Nomor 372/Pid.B/2020/PN.Jkt.Utr dalam perkara tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan air keras hakim memutus bersalah terdakwa berdasarkan ketentuan Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ke-1 KUHP dengan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 2 (dua) tahun. Putusan hakim ini berlainan pada perkara serupa yaitu pada Putusan Nomor 415/Pid.B/2017/PN.Bta dimana hakim dalam perkara tindak pidana penganiayaan dengan menggunkan air keras memutus bersalah terdakwa berdasarkan ketentuan Pasal 353 ayat (2) KUHP dengan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun. Perbedaan hasil putusan pada kedua perkara didasarkan pada berbedanya pertimbangan hakim mengenai tujuan dan unsur kesengajaan terdakwa pada kedua perkara tersebut. Pada Putusan Nomor 372/Pid.B/2020/PN.Jkt.Utr dalam pertimbangannya menyatakan bahwa luka berat yang diderita korban bukan murupakan tujuan utama dari perbuatan terdakwa dan luka berat tersebut tidak memenuhi unsur kesengajaan. Sedangkan pada Putusan Nomor 415/Pid.B/2017/PN.Bta dalam pertimbangannya hakim menyatakan bahwa luka berat yang diderita korban telah memberikan kerugian secara fisik dan psikis yang mengkatagorikan luka berat korban adalah sebagai tujuan utama dari terdakwa dan luka berat tersebut memenuhi unsur kesengajaan. Perbedaan pertimbangan hakim ini apabila tidak segera diatasi akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum dan menilai bahwa putusan yang diberikan oleh hakim tidak berkeadilan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research was based on the Decision of the North Jakarta District Court No. 372/Pid.B/2020/PN. Jkt.Utr compared to the Batareja District Court Decision No. 415/Pid.B/2017/PN. The BTA will elaborate on the differences in consideration of the judge will result in different punishments given to the accused. The consideration of the judge or ratio decidendi has a very important role as the basis of the starting point to determine the severity of the criminal sentence imposed on the accused. In Decision No. 372/Pid.B/2020/PN. Jkt.Utr in the criminal case of persecution by using hard water the judge decided the defendant's guilt based on the provisions of Article 353 paragraph (2) of the Criminal Code jo. Article 55 of the 1st Penal Code with a sentence of imprisonment for 2 (two) years. The judge's decision is different on a similar case, namely in Decision No. 415/Pid.B/2017/PN. Bta where the judge in the criminal case of persecution by using hard water decided the defendant's guilt based on the provisions of Article 353 paragraph (2) of the Criminal Code with a sentence of imprisonment for 7 (seven) years. The difference in the outcome of the verdicts in both cases is based on the different considerations of the judge regarding the purpose and element of deliberateness of the accused in both cases. In Decision No. 372/Pid.B/2020/PN. Jkt.Utr in his consideration stated that the severe injuries suffered by the victim is not the main purpose of the defendant's actions and the severe injuries do not meet the element of deliberateness. While in The Verdict No. 415/Pid.B/2017/PN. Bta in his judgment the judge claimed that the severe injuries suffered by the victim had given physical and psychological harm that categorized the victim's severe injuries as the main purpose of dati defendant and the severe wound fulfilled the element of deliberateness. The difference in consideration of this judge if not immediately resolved will cause public distrust of the law and judge that the verdict given by the judge is not fair. |
| Kata kunci | Perbandingan, Ratio Decidendi, Tindak Pidana Penyiraman Air Keras |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Handri Wirastuti Sawitri, S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Dessi Perdani Yuris Puspita Sari, S.H., M.H. |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 21 |
| Tgl. Entri | 2021-06-24 11:19:38.025375 |