Artikel Ilmiah : C1C017123 a.n. MARYANI

Kembali Update Delete

NIMC1C017123
NamamhsMARYANI
Judul ArtikelANALISIS AKUNTABILITAS PENGELOLAAN WAKAF PADA MANAJEMEN TATA KELOLA DAN KEUANGAN DENGAN KONSEP
SHARIA ENTERPRISE THEORY
(Studi Kasus Pada Organisasi Islam : Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis akuntabilitas pada manajemen tata kelola dan akuntabilitas pada keuangan dari organisasi yang bertindak sebagai pengelola wakaf. Informan dalam penelitian ini adalah para nazhir yang bekerja dan bertindak atas nama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Jumlah informan yang diambil dari penelitian ini adalah lima dari Nahdlatul Ulama dan tiga dari Muhammadiyah. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis data dengan menggunakan reduksi dan coding menunjukkan bahwa: (1) Pengelolaan wakaf beberapa sudah sesuai dengan WCP dan prinsip syariah meliputi pemilihan nazhir, pengelolaan, evaluasi, sosialisasi dan pembinan, (2) Ada perbedaan antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dengan PSAK 112. Dari sisi pengakuan sudah sesuai dengan PSAK. Dari sisi pengukuran aset wakaf ada perbedaan karena tidak berdasarkan nilai wajar. Pengungkapan dan penyajian laporan keuangan belum sesuai seutuhnya dengan PSAK. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam meningkatkan akuntabilitas sebagai pengelola wakaf, pihak nazhir dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah perlu melakukan publikasi atas aset wakaf yang dikumpulkan kepada masyarakat. Upaya lainnya untuk meningkatkan akuntabilitasnya yaitu dengan melakukan pencatatan keuangan atas aktivitas kegiatan. Selanjutnya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah perlu melakukan edukasi mengenai wakaf kepada masyarakat dengan menggunakan media sosial.
Abtrak (Bhs. Inggris)The study aims to analyze accountability in governance management and accountability in organizations that act as waqf managers. The information in this research is the nazirs who work and act on behalf of Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah. The number of informants taken from this study were five Nahdlatul Ulama and three Muhammadiyah informants. Based on the results of data analysis research using reduction and coding, it shows that: (1) Management of some waqf is in accordance with WCP and sharia principles including nazhir selection, evaluation, socialization and development, (2) There is a difference between Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah with PSAK 112. In terms of recognition, it is in accordance with PSAK. From the measurement point of view of waqf assets, there are differences because they are not based on fair value. Disclosure and presentation of financial statements are not in full compliance with PSAK. The implication of the report above is that in increasing accountability as a waqf manager, nazhir parties from Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah need to publish the collected waqf assets to the public. Another effort to increase accountability is by recording financial activities. Furthermore, Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah need to educate the public about waqf by using social media.
Kata kunciKata Kunci: Wakaf, Nazhir Badan Hukum, Akuntabilitas, Manajemen Tata Kelola, WCP, Keuangan, PSAK
Pembimbing 1Permata Ulfah
Pembimbing 2Uswatun Hasanah
Pembimbing 3Wahyudin
Tahun2021
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2021-06-09 20:24:39.174941
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.