Artikel Ilmiah : B1A017150 a.n. ARLINA SETYONINGTYAS

Kembali Update Delete

NIMB1A017150
NamamhsARLINA SETYONINGTYAS
Judul ArtikelPengaruh Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) terhadap Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah (Allium cepa L.) yang Tercemar Limbah Batik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Salah satu aplikasi bioteknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman pada lahan yang tercemar yaitu aplikasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada lahan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian FMA terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah yang tercemar limbah batik dan dosis inokulum FMA efektif yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah pada kondisi tercemar limbah batik. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 5 taraf yaitu 4 dosis inokulum FMA (30, 60, 90 dan 120) g dengan pemberian air limbah batik dan perlakuan kontrol tanpa inokulasi FMA serta dengan pemberian air limbah batik. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel bebasnya adalah dosis inokulum FMA, sedangkan variabel terikatnya yaitu jumlah daun, luas daun dan tinggi tanaman. Parameter utama yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun dan tinggi tanaman, sedangkan parameter pendukungnya yaitu derajat infeksi akar. Penelitian dilakukan di Screen House Fakultas Biologi kemudian dilanjutkan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama 6 bulan yaitu dari bulan Agustus sampai Bulan Januari 2021. Data pertumbuhan tanaman dianalisis menggunakan uji ragam (ANOVA) dengan standar kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan Standar Kesalahan 5%. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian FMA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah yang tercemar limbah batik. Dosis inokulum FMA 30 g/tanaman merupakan dosis inokulum FMA efektif yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman bawang merah yang tercemar limbah batik.



Abtrak (Bhs. Inggris)Application of biotechnology using microorganisms as organic fertilizer is one of the efforts to optimize land productivity, to maintain, and to increase the production of the plants. This research aims to study the AMF giving effect towards the growth of red onion plant that contaminated by batik waste and effective dose of AMF which can increase the growth of shallot plants in conditions of batik waste contamination. The research was done using experimental method with Completely Randomized Design. The treatment consisted of 5 levels inoculation of AMF inoculum dosage of (30, 60, 90, 120) g with batik waste water and control treatment without AMF inoculation and with batik waste water. Each treatment was repeated 4 times. Independent variable was AMF dosage and dependent variable was number of leaves, area of leaves, and plant height. The main parameters observed were number of leaves, area of leaves, and plant height, meanwhile the supporting parameter was root infection degree. The Research was done in Screen House and Mycology and Phytopathology Laboratory, Biology Department, Universitas Jenderal Soedirman. The research last for 6 months from August 2020 until January 2021. Plant growth data was analyzed using ANOVA with 5% error standard and continued with Least Significance Different (LSD) with 5% error standard. The results showed that the AMF had a significant influence on the growth of shallot plant that contaminated by batik waste. The dosage of 30 g AMF/plant is the effective dosage of AMF that can affect the growth of shallot plants contaminated with batik waste.



Kata kunciBawang Merah, Fungi Mikoriza Arbuskula, Limbah batik
Pembimbing 1Dr. Ratna Stia Dewi. S.Si., M.Sc.
Pembimbing 2Dra. Endang Sri Purwati, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman52
Tgl. Entri2021-05-21 20:09:15.026225
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.