| NIM | F1B016099 |
| Namamhs | IMADUDDIN ABDUL FAQIH |
| Judul Artikel | Evaluasi Program Sanitasi Berbasis Masyarakat Di Desa Rempoah Kecamatan Baturraden |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Berbagai persoalan lingkungan di Kabupaten Banyumas memiliki hubungan yang signifikan dengan kondisi cakupan layanan sanitasi bagi masyarakat yang belum merata dan belum menggambarkan kualitas yang memenuhi standar. Dalam menghadapi persoalan tersebut, pemerintah mengeluarkan Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang muncul dalam Program Sanitasi Berbasis Masyarakat, yaitu pengurus yang tidak aktif, peranan Pemerintah Desa yang kurang maksimal, serta kurangnya perawatan dan pengelolan Instalasi Pembuangan Air Limbah. Penelitian ini merupakan penelitian tentang evaluasi kebijakan. Evaluasi kebijakan berkaitan dengan konsekuensi yang ditimbulkan oleh program dalam kebijakan tersebut dan kedua mengevaluasi dimana keberhasilan serta kegagalan kebijakan tersebut berdasarkan pada standar atau kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Peneliti menggunakan indikator evaluasi kebijakan dari William Dunn untuk mengetahui kinerja program Sanimas. Dalam pemilihan informan, peneliti menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan bahwa program Sanimas di Desa Rempoah masih belum berjalan dengan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program Sanimas di Desa Rempoah masih mengalami berbagai permasalahan. Permasalahan pertama yaitu pengurus tidak aktif sehingga menyebabkan pertemuan rutin, perawatan, dan administrasi pembukuan tidak ada. Kedua, kurangnya pembinaan terhadap kelompok pemanfaat dan pemelihara. Ketiga, iuran pengguna yang sudah dimusyawarahkan tidak berjalan sehingga perawatan ipal tidak dilakukan secara maksimal. Program Sanimas sudah efektif dilaksanakan karena mampu mengubah perilaku masyarakat yang tadinya membuang limbah dan buang air besar secara sembarangan sekarang sudah tertib di rumah masing-masing. Namun, kinerja pelaksana program masih belum efisien dalam sosialisasi atau pemberian informasi. Program Sanimas sudah tepat sasaran. IPAL Komunal dibangun pada daerah yang memang rawan sanitasi. Masyarakat sudah mulai perhatian terhadap kondisi IPAL sehingga sudah sedikit terawat dan sudah dibersihkan lokasinya. Meskipun dalam pelaksanaanya belum optimal, dengan adanya IPAL Komunal mampu mengubah perilaku masyarakat yang sebelumnya buang air besar sembarangan, sekarang sudah tidak lagi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Various environmental problems in Banyumas Regency have a significant relationship with the condition of sanitation service coverage for the community which is not evenly distributed and does not yet reflect quality that meets standards. In dealing with this problem, the government issued a Community Based Sanitation Program. This research is motivated by the problems that arise in the Community Based Sanitation Program, namely inactive management, the less than optimal role of the Village Government, and the lack of maintenance and management of the Wastewater Disposal Installation. This research is a research on policy evaluation. Policy evaluation is related to the consequences caused by the program in the policy and secondly evaluates where the success and failure of the policy are based on predetermined standards or criteria. The method used in this research is descriptive qualitative. Researchers used William Dunn's policy evaluation indicators to determine the performance of the Sanimas program. In selecting informants, researchers used purposive sampling technique. Data collection techniques using interview and documentation techniques. The results of the research and data analysis that have been carried out indicate that the Sanimas program in Rempoah Village is still not running well. The results showed that the implementation of the Sanimas program in Rempoah Village was still experiencing various problems. The first problem is that the management is inactive, causing routine meetings, maintenance, and bookkeeping administration to be absent. Second, the lack of guidance for user and carer groups. Third, user fees that have been deliberated do not work so that the treatment of the ipal is not carried out optimally. The Sanimas program has been effectively implemented because it has been able to change the behavior of people who previously disposed of waste and defecate in an orderly manner in their homes. However, the performance of program implementers is still not efficient in socializing or providing information. The Sanimas program is right on target. The Communal IPAL was built in areas that were prone to sanitation. The community has started to pay attention to the condition of the WWTP so that it is a little maintained and the location has been cleared. Although the implementation is not yet optimal, the existence of the Communal IPAL has been able to change the behavior of people who previously defecated in open defecation, now it is no longer. |
| Kata kunci | Evaluasi Program, Sanitasi Berbasis Masyarakat |
| Pembimbing 1 | Drs. Simin, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Drs. Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Sendy Noviko, S.Sos., M.PA. |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 21 |
| Tgl. Entri | 2021-05-18 06:08:57.675469 |
|---|