Artikel Ilmiah : F1F017036 a.n. NIRBANA RUZI NABILATUSSHOLIKHAH

Kembali Update Delete

NIMF1F017036
NamamhsNIRBANA RUZI NABILATUSSHOLIKHAH
Judul ArtikelDAMPAK MAXIMUM PRESSURE CAMPAIGN DONALD TRUMP TERHADAP HUBUNGAN IRAN DAN AMERIKA SERIKAT MELALUI EMBARGO MINYAK IRAN TAHUN 2019
Abstrak (Bhs. Indonesia)Amerika Serikat memiliki kepentingan di Timur Tengah yang sejak tahun 1960 tidak berubah disebut dengan tiga pilar utama kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah, yaitu Minyak, Israel dan Stabilitas Kawasan. Keterkaitan AS dalam menjalankan kepentingannya di Timur Tengah karena potensi minyak dan pasar. Namun, Iran adalah negara yang dianggap mendukung aktivitas terosisme dan memiliki senjata nuklir yang berbahaya. AS pada masa pemerintahan Donald Trump kemudian menerapkan Maximum Pressure Campaign kepada negara-negara yang memiliki progran nuklir yang dianggap mengancam, salah satunya Iran di tahun 2019. Program yang dijatuhkan ke Iran ini dilakukan dengan memberi sanksi ekonomi berupa sanksi minyak dengan tujuan menekan Iran supaya mau bernegosiasi menghentikan program nuklirnya. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dan subjek penelitian adalah Iran, Amerika Serikat dan negara-negara yang terpengaruh dari dampak sanksi minyak Iran tahun 2019 dengan metode pengumpulan data studi pustaka dengan data sekunder. Penelitian ini menggunakan konsep sanksi ekonomi dan teori interdependensi.Dari penelitian, didapatkan hasil bahwa Maximum Pressure Campaign Donald Trump ini adalah salah satu kebijakan luar negeri AS yang menggunakan sanksi ekonomi dan berhasil menekan Iran hingga Iran mengalami banyak dampak yang merugikan kondisi negaranya, menimbulkan kerugian atas ketergantungan atau interdependensi dari minyak Iran yang dikenai embargo, dan makin memperburuk hubungan AS dan Iran daripada pemerintahan Obama, yang makin membuat Iran tidak percaya AS dan memicu potensi perang kedua negara.
Abtrak (Bhs. Inggris)America has interests in the Middle East region that have never changed since 1960. These interests are called the three main pillars of America in the Middle East, there are Oil, Israel, and Regional Stability. The US chose the Middle East because of its good oil and market potential. However, Iran is a country that supports terrorist activities and has dangerous nuclear weapons. The US during the administration of Donald Trump implemented the Maximum Pressure Campaign to countries that have a threatening nuclear program such as Iran. The program, which was implemented in Iran in 2019, was implemented by imposing economic sanctions on Iran's oil sector. The goal is to pressure Iran so that Iran will negotiate to stop the Iranian state nuclear program. The researcher used a descriptive qualitative research method, and the research subjects were Iran, the United States, and countries that were affected by the impact of the 2019 Iranian oil sanctions by using literature study data collection methods with secondary data. This research uses the concept of economic sanctions and interdependence theory. The results show that Donald Trump's Maximum Pressure Campaign by using economic sanctions has succeeded in suppressing Iran so that Iran experiences many economic impacts, the impact of dependence on or interdependence of embargoed Iranian oil, and further worsening the relationship between The US and Iran are compared to the Obama administration, which makes Iran even more distrustful of the US and increases the war potential of the two countries.
Kata kuncisanksi, minyak, nuklir, hubungan, terorisme, interdependensi
Pembimbing 1Nuriyeni Kartika Bintarsari, MA
Pembimbing 2Renny Miryanti S. IP., M. Si
Pembimbing 3Soni Martin Anwar, MA
Tahun2021
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2021-04-29 10:29:40.030843
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.