Artikel Ilmiah : K1C017007 a.n. SISKA IRMA BUDIANTI

Kembali Update Delete

NIMK1C017007
NamamhsSISKA IRMA BUDIANTI
Judul ArtikelMODIFIKASI KARBON AKTIF BERBAHAN TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN METODE MECHANICAL MILLING DAN KARAKTERISASINYA.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Karbon aktif merupakan material karbon yang memiliki luas permukaan dan
diameter yang tinggi sehingga banyak digunakan sebagai material adsorben. Salah satu
bahan dasar karbon aktif adalah tempurung kelapa karena memiliki kandungan karbon
yang cukup tinggi. Luas permukaan yang tinggi dapat dilakukan dengan cara
memperkecil ukuran partikel. Mechanical milling adalah salah satu metode yang dapat
digunakan untuk memperkecil ukuran suatu material dengan memanfaatkan tumbukan
antara material dan bola milling. Penelitian ini dilakukan modifikasi karbon aktif
berbahan tempurung kelapa dengan metode mechanical milling pada variasi waktu 50
menit, 75 menit, dan 100 menit. Material karbon aktif kemudian dilakukan
karakterisasi menggunakan XRD dan BET untuk melihat sifat struktur, luas
permukaan, dan diameter pori. Karbon aktif memiliki bentuk struktur kristal dan amorf
dengan nilai rata-rata ukuran kristal berturut-turut 13,994 nm, 21,852 nm, 21,157 nm
dan jarak antar atom sebesar 0,206 nm, 0,221 nm, 0,219 nm. Karakterisasi BET berupa
luas permukaan spesifik dan diameter pori didapatkan hasil berturut-urut 50300 m2/g,
13000 m2/g, 36600 m2/g dengan rata-rata diameter pori 4,59 nm, 2,24 nm, dan 4,49 nm.
Abtrak (Bhs. Inggris)Activated carbon is carbon material with large surface area and diameter resulting
that this material widely used as adsorbent. One of basic material of activated carbon
is coconut shell. Coconut shell has a high carbon composition. Large surface area can
be obtained by reducing the particle sizes. Mechanical milling is a method that can be
used to reduce the size of a material by utilizing a collision between the material and
the milling ball. This research studied about modification of coconut shell based
activated carbon using mechanical milling method with time variation of 50 minutes,
75 minutes, and 100 minutes. Subsequently, activated carbon were characterized using
XRD and BET to determine crystal size, surface area, and pore diameters. Activated
carbon has a crystalline and amorphous structure with an average crystal size of
13.994 nm, 21,852 nm, 21,157 nm, and a distance between atoms of 0,206 nm, 0,221
nm, 0,219 nm, respectively. Characterization of BET in the form of specific surface
area and pore diameter obtained results in the order of 50300 m2/g, 13000 m2/g,
36600 m2/g with an average pore diameter of 4,59 nm, 2,24 nm, and 4,49 nm.
Kata kunciKarbon aktif, mechanical milling, tempurung kelapa.
Pembimbing 1Prof. Dr.-Ing Wahyu Widanarto
Pembimbing 2Dr. Kartikasari, S.Si., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman44
Tgl. Entri2021-04-21 07:32:27.258108
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.