Artikel Ilmiah : G1A017072 a.n. FIDDHANIE MURDHANA FATHIR

Kembali Update Delete

NIMG1A017072
NamamhsFIDDHANIE MURDHANA FATHIR
Judul ArtikelHubungan Pengetahuan, Kecemasan dengan Persepsi Kebutuhan Perawatan Kesehatan Mental Pada Masyarakat di Kabupaten Banyumas Selama Pandemi COVID-19
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Menghadapi COVID-19 tidak dapat terlepas dari komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran individu dan mendorong perilaku protektif. Kemunculan dan penyebaran COVID-19 dapat menyebabkan tekanan kognitif, kecemasan dan ketakutan di masyarakat. Oleh karena itu, Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) sangat penting diperhatikan selama pandemi COVID-19.

Tujuan: Mengetahui hubungan atau perbedaan antara pengetahuan dengan persepsi kebutuhan perawatan kesehatan mental; mengetahui hubungan atau perbedaan antara kecemasan dengan persepsi kebutuhan perawatan kesehatan mental; dan mengetahui hubungan antara pengetahuan, kecemasan dengan persepsi kebutuhan perawatan kesehatan mental pada masyarakat di Kabupaten Banyumas selama pandemi COVID-19.

Metode: Penelitian cross sectional dan diikuti oleh 454 responden dari masyarakat di Kabupaten Banyumas selama pandemi COVID-19 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang terdiri dari 18 pertanyaan. Kuesioner disebarkan dalam bentuk google form (soft file) ke media sosial dan bentuk kertas (hard copy) dengan perantara Lembaga Kemasyarakatan. Penelitian ini dilaksanakan dari 28 Oktober - 28 November 2020.

Hasil: Masyarakat Kabupaten Banyumas sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 328 orang (72,25%), tidak memiliki gangguan cemas sebanyak 445 orang (98,02%), dan tingkat persepsi kebutuhan perawatan kesehatan mental tinggi sebanyak 414 orang (91,19%).

Kesimpulan: Terdapat perbedaan persepsi kebutuhan perawatan kesehatan mental pada masyarakat Kabupaten Banyumas dengan tingkat pengetahuan terhadap COVID-19 rendah dan sedang, serta rendah dan tinggi; tidak terdapat hubungan atau perbedaan antara kecemasan dengan persepsi kebutuhan perawatan kesehatan mental; dan analisis multivariat tidak dapat dilakukan karena hanya variabel pengetahuan terhadap persepsi kebutuhan perawatan kesehatan mental yang memenuhi syarat p<0,25
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Dealing with COVID-19 could not be separated from Risk Communication and Community Empowerment, aiming to increase individual awareness and encourage protective behaviour. The emergence and spread of COVID-19 could cause cognitive distress, anxiety, and fear in society. Therefore, it was essential to pay attention to Mental and Psychosocial Health Support (DKJPS) during the COVID-19 pandemic.

Objectives: To determine the relationship between knowledge and perceived mental health care needs; knowing the relationship between anxiety and perceived mental health care needs; and understanding the relationship between knowledge, anxiety, and perceived mental health care needs in the community in Banyumas Regency during the COVID-19 pandemic.

Methods: This study was cross-sectional and followed by 454 respondents from the community in Banyumas Regency during the COVID-19 pandemic who met the inclusion and exclusion criteria. This study used a questionnaire consisting of 18 questions. The questionnaire was distributed in google form (soft file) to social media and in paper form (hard copy) with the intermediary of social institutions. This research was conducted from 28 October - 28 November 2020.

Results: Most of the people of Banyumas Regency had a high level of knowledge as many as 328 people (72.25%), did not have anxiety disorders as many as 445 people (98.02%), and the level of perceived needs high mental health care as many as 414 people (91.19%).

Conclusion: Among the people of Banyumas Regency, there were discrepancies in the perceived need for mental health care with low and moderate levels of COVID-19 knowledge and low and high; there was no association or discrepancy between anxiety and perceived needs for mental health care; multivariate analysis could not be conducted because only the variable of knowledge on the perceived needs of mental health services meets the criteria of p<0.25
Kata kunciCOVID-19, Kabupaten Banyumas, Kecemasan, Perawatan Kesehatan Mental, Persepsi
Pembimbing 1dr. Nia Krisniawati, Sp.MK
Pembimbing 2Dr. dr. Dwi Utami Anjarwati, M.Kes
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2021-02-21 11:55:30.985742
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.