Artikel Ilmiah : B1A016056 a.n. SEPTI MELIA HANY

Kembali Update Delete

NIMB1A016056
NamamhsSEPTI MELIA HANY
Judul ArtikelPertumbuhan Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) pada Berbagai Ketinggian Tempat
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ketinggian tempat secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan serta produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan kecipir terhadap penanaman pada berbagai ketinggian tempat yang berbeda serta mengetahui ketinggian tempat yang paling cocok untuk dilakukan budidaya kecipir. Penelitian dilaksanakan pada enam lokasi ketinggian yaitu 50 m dpl, 200 m dpl, 400 m dpl, 600 m dpl, 800 m dpl, dan 1100 m dpl. Parameter yang diukur antara lain pertumbuhan tanaman dan faktor lingkungan. Parameter pertumbuhan tanaman yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan jumlah buah. Faktor lingkungan yang diamati antara lain intensitas cahaya, kelembaban udara relatif dan suhu udara. Ketinggian tempat berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan kecipir. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji BNJ 5% pertumbuhan kecipir dengan tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah buah dengan hasil optimum berada pada ketinggian 200 m dpl. Sedangkan pertumbuhan jumlah bunga dengan hasil optimum berada pada ketinggian 400 m dpl. Berdasarkan hasil analisis regresi ketinggian tempat memiliki hubungan dengan pertumbuhan kecipir. Ketinggian tempat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan kecipir sebesar 41-91%. Kecipir memberikan respon pertumbuhan pada vase vegetatif maupun generatif. Perbedaan ketinggian tempat memberikan respon pada pertumbuhan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan jumlah buah. Pertumbuhan kecipir paling optimum berada pada ketinggian 200 m dpl.
Abtrak (Bhs. Inggris)Altitude indirectly affects plant growth and productivity. This study aims to determine the response of winged bean growth to planting at different altitudes as well as to determine the most suitable altitude for winged bean cultivation. The research was conducted at six altitude locations, namely 50 m asl, 200 m asl, 400 m asl, 600 m asl, 800 m asl, and 1100 m asl. The parameters measured include plant growth and environmental factors. Plant growth parameters observed included plant height, number of leaves, number of flowers and number of fruits. Environmental factors that were observed included light intensity, relative humidity and air temperature. Altitude has a significant effect on winged bean growth. Based on the data obtained then analyzed using the HSD 5% test for winged bean growth with plant height, number of leaves and number of fruit with optimum results at an altitude of 200 m above sea level. Meanwhile, the growth in the number of flowers with optimum results is at an altitude of 400 m above sea level. Based on the results of regression analysis, altitude has a relationship with winged bean growth. Altitude has an influence on the growth of winged bean by 41-91%. Winged beans respond to growth in both vegetative and generative vases. The difference in altitude gave a response to the growth of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus L.) which included plant height, number of leaves, number of flowers and number of fruit. The optimum growth of winged bean is at an altitude of 200 m above sea level.
Kata kunciKecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.), ketinggian tempat, pertumbuhan.
Pembimbing 1Drs. Edy Yani, M.S.
Pembimbing 2Drs. Lucky Prayoga, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2021-02-20 16:47:34.052682
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.