Artikel Ilmiah : A1D017158 a.n. I NYOMAN ADHI WARDHANA

Kembali Update Delete

NIMA1D017158
NamamhsI NYOMAN ADHI WARDHANA
Judul ArtikelKERAGAMAN GENETIK DAN KEKERABATAN 33 GENOTIPE KENTANG BERDASARKAN PENANDA SSR (Simple Sequence Repeats)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perakitan varietas baru menjadi salah satu solusi permasalahan produktivitas kentang. Penanda molekuler contohnya SSR (Simple Sequence Repeats) dapat digunakan untuk menganalisis keragaman genetik dalam perakitan varietas baru karena lebih akurat dibandingkan penanda morfologi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui keragaman genetik antar 29 genotipe kentang yang telah dikenal di Indonesia dan 4 klon introduksi yang berasal dari Amerika Serikat berdasarkan penanda SSR; 2) mengetahui hubungan kekerabatan antar 29 genotipe kentang yang telah dikenal di Indonesia dan 4 klon introduksi yang berasal dari Amerika Serikat berdasarkan penanda SSR; dan 3) memvalidasi 12 penanda SSR hasil pengembangan PGPI (Pusat Genom Pertanian Indonesia) dalam mengestimasi keragaman genetik dan kekerabatan kentang. Analisis molekuler menggunakan penanda SSR menunjukkan bahwa sebanyak 136 alel jumlah alel dideteksi. Rata-rata jumlah alel per lokus 12,8 (berkisar 6-22 alel per lokus). Rata-rata frekuensi alel utama 0,28 (berkisar 0,16-0,52). Rata-rata diversitas gen 0,82 (berkisar 0,69-0,92). Heterozigositas yang diobservasi berkisar 0,03-0,97 dengan rata-rata 0,43. Seluruh penanda SSR memiliki nilai PIC > 0,5 dengan rata-rata nilai PIC 0,80 (rentang 0,66-0,92) yang menunjukkan bahwa penanda tersebut sangat informatif untuk mengestimasi keragaman genetik dan kekerabatan genotipe kentang. Hasil analisis filogenetik menunjukan tiga klaster utama pada koefisien kesamaan genetik sebesar 0,76, sedangkan analisis PCoA menunjukkan bahwa klon introduksi asal Amerika Serikat memisah dari genotipe lainnya. Genotipe Cipanas dan Papita Agrihorti potensial untuk digunakan sebagai tetua persilangan dalam pemuliaan kentang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Developing a new variety is one solution for potato productivity problems. Genetic diversity analysis becomes the basis for assembling a new high yielding variety. Molecular markers such as Simple Sequence Repeats (SSR) can be used to analyze genetic diversity in the assembly of new varieties because they are more accurate than morphological markers. This study aimed to 1) analyze the genetic diversity between 29 known potato genotypes in Indonesia and 4 clones originated from the United States base on SSR; 2) analyze the relationship between 29 known potato genotypes in Indonesia and 4 clones originated from the United States base on SSR; and 3) validate 12 SSR markers developed by PGPI (The Indonesian Center for Agricultural Genome) in estimating the genetic diversity and relationship of potatoes. Molecular analysis using SSR markers showed that as many as 136 alleles were detected in this study. The average number of alleles was 12,8 (ranged from 6-22 alleles per locus). The average major allele frequency was 0,28 (ranged from 0,16-0,52). Gene diversity was 0,82 (ranged 0,69-0,92. Heterozygosity observed ranged from 0,03-0.97 with an average of 0,43. All of the SSR markers showed PIC value > 0,5 with an average PIC value of 0,80 (ranged from 0,66-0,92) indicating that these markers were applicable to estimate genetic diversity and the relationship of potatoes. PCoA analysis showed that clones originated from the United States separated from other genotypes. The genotypes of Cipanas and Papita Agrihorti are the potential to be used as crossing parents in potato breeding.
Kata kuncikentang, keragaman genetik, kekerabatan, SSR
Pembimbing 1Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Puji Lestari, S.P., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2021-02-19 15:59:10.729271
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.