Artikel Ilmiah : A1D016161 a.n. ALIFANY BARKAH ASANTRA

Kembali Update Delete

NIMA1D016161
NamamhsALIFANY BARKAH ASANTRA
Judul ArtikelPENGARUH PEMBERIAN DOSIS PUPUK N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) VARIETAS LUMBU PUTIH DAN LUMBU HIJAU DI DATARAN MENENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tanaman bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu komoditas yang penting di Indonesia. Kendala dalam budidaya bawang putih adalah adanya keterbatasan lahan dan pemupukan yang kurang optimal. Lahan pertanaman yang terbatas menyebabkan produksi bawang putih belum optimal sehingga diperlukan pengujian terhadap varietas yang dapat beradaptasi di bebagai lingkungan serta dosis pemupukan yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menentukan dosis pupuk N terbaik untuk pertumbuhan bawang putih, 2) menentukan pertumbuhan dan hasil dua varietas bawang putih, dan 3) menentukan kombinasi antara dosis nitrogen dan varietas bawang putih yang terbaik terhadap pertumbuhan bawang putih. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan analisis Uji F (ANOVA) dan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian pemupukan dengan beberapa dosis nitrogen meningkatkan pertumbuhan dan hasil umbi bawang putih. Pemberian dosis pupuk N 200 kg N/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman sebesar 5,77 cm (20,1%), jumlah daun sebesar 0,525 helai/ tanaman (20,2%), bobot tanaman segar 1,07 g/tanaman (67,5%), bobot umbi segar per petak efektif sebesar 0,11 t/ha (40,7%), dan bobot umbi kering per petak efektif sebesar 0,04 t/ha (22,2%). Pertumbuhan dan hasil bawang putih varietas Lumbu Hijau lebih baik dibanding varietas Lumbu Putih, ditunjukkan oleh variabel; tinggi tanaman, luas daun, bobot tanaman segar, jumlah siung, bobot umbi segar, bobot umbi kering dan bobot umbi segar per petak efektif. Kombinasi antara varietas Lumbu Hijau dan dosis pupuk 200 kg N/ha diketahui menghasilkan bobot tanaman segar tertinggi yaitu 3,6 g/tanaman.
Abtrak (Bhs. Inggris)Garlic (Allium sativum L.) is one of the important commodities in Indonesia. The obstacles in garlic cultivation are limited land and less than optimal fertilization. The limited planting area causes the production of garlic to be not optimal so that testing of varieties that can adapt to various environments is needed as well as an effective and efficient fertilizer dose. This study aims to 1) determine the best dosage of N fertilizer for garlic growth, 2) determine the growth and yield of two garlic varieties, and 3) determine the best combination of nitrogen dosage and garlic varieties for garlic growth. The experimental design used was a completely randomized block design (RAKL) with F test analysis (ANOVA) and Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% level. Based on research results, fertilization with several doses of nitrogen increased the growth and yield of garlic tubers. Giving a fertilizer N dose of 200 kg N/ha can increase plant height by 5,77 cm (20,1%), number of leaves by 0,525 strands/plant (20,2%), fresh plant weight 1,07 g/plant (67,5%), the effective weight of fresh tubers per plot was 0,11 t/ha (40,7%), and the effective dry tuber weight per plot was 0,04 t/ha (22,2%). The growth and yield of the Lumbu Hijau variety was better than the Lumbu Putih variety, indicated by variables; plant height, leaf area, fresh plant weight, number of cloves, weight of fresh tubers, weight of dry tubers and weight of fresh tubers per plot are effective. The combination of Lumbu Hijau variety and fertilizer dosage of 200 kg N/ha was known to produce the highest fresh plant weight, namely 3,6 g/plant.
Kata kuncibawang putih, lumbu hijau, lumbu putih, dosis, nitrogen
Pembimbing 1Dr. Ir. Saparso, M.P.
Pembimbing 2Ir. Slamet Rohadi Suparto, M.Agr.St.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2021-02-17 13:17:36.576452
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.