Artikel Ilmiah : A1D016126 a.n. ANANG AINUL YAQIN

Kembali Update Delete

NIMA1D016126
NamamhsANANG AINUL YAQIN
Judul ArtikelPENGARUH PERBEDAAN JARAK TANAM PADA POLA TANAM TUMPANGSARI JAGUNG DAN KACANG HIJAU TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tumpangsari adalah suatu cara mengelola lahan pertanian dengan menanam beberapa jenis tanaman pada lahan dan waktu secara bersamaan. Penerapan tumpangsari ini diharapkan mampu mengoptimalkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam terbaik pada pola tanam tumpangsari jagung dan kacang hijau agar mendapatkan hasil produksi jagung yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2020, di Kebun Percobaan dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang terdiri atas 9 perlakuan dengan 3 ulangan. Sembilan perlakuan tersebut yaitu, J1: monokultur jagung dengan jarak tanam 75 x 25 cm; J2: monokultur jagung dengan jarak tanam 90 x 25 cm; J3: monokultur kacang hijau dengan jarak tanam 40 x 40 cm; J4: tumpangsari dengan jarak tanam 75 x 25 cm dengan kacang hijau satu baris; J5: tumpangsari dengan jarak tanam 75 x 25 cm dengan kacang hijau dua baris; J6: tumpangsari dengan jarak tanam 75 x 25 cm dengan kacang hijau tiga baris; J7: tumpangsari dengan jarak tanam 90 x 25 cm dengan kacang hijau satu baris; J8: tumpangsari dengan jarak tanam 90 x 25 cm dengan kacang hijau dua baris; J9: tumpangsari dengan jarak tanam 90 x 25 cm dengan kacang hijau tiga baris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpangsari dengan jarak tanam 75 x 25 cm dengan kacang hijau satu baris menghasilkan tinggi tanaman jagung terbaik pada umur 14 hst dan luas daun jagung terbaik pada umur 49 hst. Tumpangsari dengan jarak tanam 90 x 25 cm dengan kacang hijau satu baris menghasilkan hasil panen tertinggi yaitu sebesar 19,66 ton/ha. Tumpangsari dengan jarak tanam 90 x 25 cm dengan kacang hijau tiga baris menghasilkan nilai Nisbah Keseteraan Lahan tertinggi yaitu sebesar 1,528.
Abtrak (Bhs. Inggris)Intercropping is a way of managing agricultural land by planting several types of plants on the land at the same time. The application of intercropping is expected to optimize land productivity. This research aims to determine the best spacing for intercropping pattern of maize and mung beans in order to obtain optimal maize production. This research was conducted from February to June 2020, at the Experimental Garden and Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The experimental design used was a randomized block design consisting of 9 treatments with 3 replications. The nine treatments were J1: maize monoculture with a spacing of 75 x 25 cm; J2: maize monoculture with a spacing of 90 x 25 cm; J3: Mung bean monoculture with a spacing of 40 x 40 cm; J4: Intercropping with a spacing of 75 x 25 cm with one row of mung beans; J5: Intercropping with a spacing of 75 x 25 cm with two rows of mung beans; J6: Intercropping with a spacing of 75 x 25 cm with three rows of mung beans; J7: Intercropping with a spacing of 90 x 25 cm with one row of mung beans; J8: Intercropping with a spacing of 90 x 25 cm with two rows of mung beans; J9: Intercropping with a spacing of 90 x 25 cm with three rows of mung beans. The results showed that intercropping with a spacing of 75 x 25 cm with one row of mung beans produced the best maize plant height at the age of 14 days and the best leaf area at the age of 49 days. Intercropping with a spacing of 90 x 25 cm with one row of mung beans produced the highest yield, which was 19.66 tonnes / hectare. Intercropping with a spacing of 90 x 25 cm with three row of mung beans produced the highest Land Equivalent Ratio value was 1.528.
Kata kunciTumpangsari, jarak tanam, Jagung
Pembimbing 1Dr. Purwanto, S.P., M.Sc.
Pembimbing 2Ir. Bambang Rudianto Wijonarko, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2021-02-16 12:52:20.48195
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.