Artikel Ilmiah : F1B114006 a.n. ANDI KING ABDULLAH
| NIM | F1B114006 |
|---|---|
| Namamhs | ANDI KING ABDULLAH |
| Judul Artikel | Peran Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan dan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) dalam Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender dan Anak di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tindak kekerasan pasti terjadi dimana saja, tindakan menyakiti sesama manusia secara langsung maupun tidak langsung, secara sadar maupun tidak sadar. Kekerasan tidak mengenal gender, dan umur bahkan kekerasan sendiri diatur dan dibuat kebijakan. Di Banyumas sendiri kasus-kasus kekerasan masih terjadi setiap tahunnya dan memiliki kebijakannya sendiri walaupun masih belum terbilang tinggi atau rendah karena data dari kasus kekerasan itu sendiri terlihat naik-turun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dari Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan dan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA) di Kabupaten Banyumas, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Fokus penelitian ini: pencegahan, pelayanan, komunikasi, monitoring dan pelaporan. Teknik pemilihan informan purposive sampling. Pengumpulan data: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Dokumentasi. Sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode analisis data model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Peran tidak dapat langsung terlihat, diperlukan tindakan atau gerakan untuk mencapai suatu hasil, maka dari itu peneliti menganalisis peran melalui hak, kewajiban, dan tugas untuk melihat peran apa saja yang ada di PPT-PKBGA. Dalam penelitian ini peneliti sangat kekurangan informan. Peran yang ada di PPT-PKBGA adalah melakukan pencegahan, pelayanan, komunikasi, monitoring serta pelaporan. Dari hasil yang ada peran PPT-PKBGA sudah sesuai, namun terdapat kendala pada bagian sub-fokus pelayanan yaitu sarana, prasarana dan fasilitas. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Violence can occur anywhere, acts of hurting fellow humans directly or indirectly, consciously or unconsciously. Violence does not recognize gender, and age and even violence itself are regulated and made into policies. In Banyumas itself, cases of violence still occur every year and have their own policies, although they are still not considered high or low because the data from violence cases themselves seem to fluctuate. The purpose of this study was to determine the role of the Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan dan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak (PPT-PKBGA), using descriptive qualitative research methods with a case study approach. purposive sampling technique for selecting informants. data collection: 1. Interview, 2. Observation, 3. Documentation, interactive model data analysis methods Miles, Huberman, and Saldana. Roles cannot be immediately seen, action or movement is needed to achieve a result, therefore researchers analyze roles through rights, obligations, and duties to see what roles exist in the PPT-PKBGA. In this study, researchers were very short on informants. The role in PPT-PKBGA is to carry out prevention, service, communication, monitoring and reporting. From the results, the role of PPT-PKBGA is appropriate, but there are obstacles in the sub-focus of services, namely facilities, infrastructure and facilities. |
| Kata kunci | Peran, Lembaga, Kekerasan, Gender, Anak |
| Pembimbing 1 | Dr. Slamet Rosyadi, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Wahyuningrat, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Dyah Retna P, M.Hum |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2021-02-16 10:07:55.945787 |