Artikel Ilmiah : F1D015050 a.n. DIMAS ARGO ADININGRAT
| NIM | F1D015050 |
|---|---|
| Namamhs | DIMAS ARGO ADININGRAT |
| Judul Artikel | POLITIK IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGGUNAAN APLIKASI DEPOK SINGLE WINDOW (DSW) BAGI MASYARAKAT KOTA DEPOK JAWA BARAT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Aplikasi Depok Single Window lahir dari rencana Strategis Dinas Komunikasi dan Informasi (diskominfo) disusun dengan tujuan memberikan landasan pemerintah dalam melakukan sinergi dengan komunitas TIK dalam menjawab tantangan dan permasalahan yang ada di masyarakat dengan membangun sistem informasi dan komunikasi. Misinya diantaranya meningkatkan kualitas sistem aplikasi yang terintergrasi disemua lembaga pemerintahan.. Tujuan penelitian ini adalah mendiskripsikan dan menjelaskan bagaimana politik implementasi serta faktor penghambat dan pendukung dari kebijakan penggunaan aplikasi Depok Single Window di Kota Depok. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk memperoleh gambaran secara mendalam mengenai objek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan aplikasi DSW yang dimiliki oleh Kota Depok, dimaksudkan untuk memberikan percepatan pelayanan publik dari aparat pemda kepada masyarakat secara lebih efektif dan efisien. Pada saat Aplikasi DSW diimplementasikan kepada masyarakat, aplikasi tersebut memang lebih menekankan kepada peningkatan produktivitas daerah atau daya saing daerah, peningkatan pelayanan publik dan pelayanan kesehatan. Aplikasi DSW terkesan tergesa-gesa ketika masuk nominasi dan penghargaan smartcity yang dimana ketika melihat kondisi dilapangan tidak sesuai seperti yang dicita-citakan sehingga aplikasi DSW hanya menjadi platform penyajian informasi pemerintah Kota Depok. Faktor pendukung yang ditemukan adalah dapat terlihat sinergitas antar instansi dari setiap pelayanan berkolaborasi untuk membuat aplikasi satu pintu. Faktor penghambat yang ditemukan pada tahap implementasi adalah kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah dalam penerapan aplikasi tersebut kepada masyarakat sehingga membuat aplikasi tersebut menjadi tidak efektif. Pada saat menggunakan aplikasi tersebut, masyarakat harus mengakses kebutuhan informasi ke website terkait, sehingga layanan satu pintu yang menjadi tujuan aplikasi DSW tidak efisein kegunaannya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Depok Single Window application was born from the Strategic Plan of the Office of Communication and Information (diskominfo) was prepared with the aim of providing the government's foundation in synergy with the ICT community in answering the challenges and problems that exist in the community by building information and communication systems. Its mission includes improving the quality of integrated application systems in all government agencies. The purpose of this research is to describe and explain how the politics of implementation and inhibition and supporting factors of the policy of using the Depok Single Window application in depok city. The type of research used is qualitative research type. Researchers use documentation study data collection techniques. Data analysis is done descriptively to obtain an in-depth picture of the research object. The results of this study showed that the DSW application policy owned by the City of Depok, is intended to provide an acceleration of public services from local government officials to the community more effectively and efficiently. When the DSW Application is implemented to the community, the application does emphasize more on improving regional productivity or regional competitiveness, improving public services and health services. DSW application seems hasty when nominated and awarded smartcity which when looking at the conditions in the field is not as appropriate as envisioned so that the DSW application is only a platform for presentation of government information depok city. The supporting factor found is that there can be seen synergy between agencies from each service collaborating to create a one-door application. The inhibition factor found in the implementation stage is the lack of socialization carried out by the government in the application to the community so as to make the application ineffective. When using the application, the public should access the need for information to the relevant website, so that the one-stop service that is the purpose of DSW application is not efisein usefulness. |
| Kata kunci | Kata kunci : Politik Implementasi, Aplikasi DSW, E-Government, Kebijakan Publik, Smart City |
| Pembimbing 1 | Drs. Bambang Kuncoro M.Si. |
| Pembimbing 2 | Oktafiani Catur Pratiwi S.IP., M.A. |
| Pembimbing 3 | Drs. Syah Firdaus, M.Si. |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2021-02-05 07:30:31.116004 |