Artikel Ilmiah : J1B016008 a.n. AKBAR PUTRA MANUNGGAL
| NIM | J1B016008 |
|---|---|
| Namamhs | AKBAR PUTRA MANUNGGAL |
| Judul Artikel | STRATEGI KETIDAKSANTUNAN JONATHAN CULPEPER PADA ACARA MATA NAJWA: RAGU-RAGU PERPU |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Strategi Ketidaksantunan Jonathan Culpeper pada Acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi ketidaksantunan pada tuturan dalam acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah semua tuturan yang terdapat dalam acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu yang terindikasi mengandung strategi ketidaksantunan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode ini memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap, sedangkan teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan pragmatis dengan daya pilah pragmatis sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding menyamakan hal pokok sebagai teknik lanjutan. Penelitian ini menggunakan teori strategi ketidaksantunan Jonathan Culpeper. Dalam teorinya, Culpeper membagi ketidaksantunan menjadi lima strategi, yaitu ketidaksantunan langsung, ketidaksantunan positif, ketidaksantunan negatif, sarkasme atau kesantunan semu, dan menahan kesantunan. Setelah dianalisis, hasil penelitian selanjutnya disajikan secara informal. Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa tuturan yang terindikasi mengandung strategi ketidaksantunan. Total ada 22 percakapan yang di dalamnya terdapat tuturan yang mengandung strategi ketidaksantunan. Strategi yang terkandung meliputi strategi ketidaksantunan positif dan strategi ketidaksantunan negatif. Dalam setiap strateginya, tuturan tersebut memiliki indikasi atau subkategori tersendiri, seperti menghina, mencemooh, menggunakan sebutan tidak tepat, membuat mitra wicara merasa tidak nyaman, dan lain-lain. Umumnya, faktor yang memengaruhi ketidaksantunan adalah keinginan untuk merusak citra dari mitra wicara. Selain itu, faktor emosi atau kemarahan juga cukup memengaruhi penutur menuturkan tuturan yang mengandung ketidaksantunan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Title of this thesis is “Strategi Ketidaksantunan Jonathan Culpeper pada Acara Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu”. This research is purposed to describe the impoliteness strategy that contained in utterance on Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu show. This research is qualitative descriptive’s research. Data in this research is all the utterance that contained on Mata Najwa: Ragu-Ragu Perpu show which indicated containing impoliteness strategy. Method of collecting data that has been used in this research is observation method. This method has a basic technique and advance technique. Basic technique that has been used is tapping technique, and the advance technique are the uninvolved conversation observation technique and note-taking technique. Method that has been used to analyzing data is pragmatic equivalent methods with pragmatic sorting as the basic technique and appeal link technique equates the subject matter as the advance technique. This reseach is using theory of impoliteness strategy from Jonathan Culpeper. In the theory, Culpeper divided impoliteness into five strategy, those are bald on record impoliteness, positive impoliteness, negative impoliteness, sarcasm or mock politeness, and withhold politeness. After being analyzed, the result of analysis is presented informally. According the result of the analysis, there are some utterance that containing impoliteness strategy. There are 22 conversations containing the utterance that containing impoliteness strategy. The strategy that are contain in the utterance are positive impoliteness strategy and negative impoliteness strategy. Each of those strategy has some indication or subcategory itself, such as insulting, using inappropriate identity markers, make the other feel uncomfortable, etc. Generally, that impoliteness is happen because some factors, such as emotion and some desires to ruin or threatening the others face. |
| Kata kunci | Strategi Ketidaksantunan, tuturan, Mata Najwa, Culpeper |
| Pembimbing 1 | Farida Nuryantiningsih, S.S., M.Hum |
| Pembimbing 2 | Gita Anggria Resticka, S.S., M.A |
| Pembimbing 3 | Octaria Putri Nurharyani, S.S., M.Hum |
| Tahun | 2021 |
| Jumlah Halaman | 114 |
| Tgl. Entri | 2021-01-31 16:31:51.791237 |