| NIM | L1B016055 |
| Namamhs | KHOLIFATUN BELGHIS MIRANTIKA |
| Judul Artikel | PENGARUH WAKTU FERMENTASI FESES BURUNG PUYUH DENGAN EM4 SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR UNTUK KULTUR Daphnia magna |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu fermentasi feses burung puyuh terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan Daphnia magna serta mengetahui waktu fermentasi terbaik dilihat dari kepadatan dan laju pertumbuhannya. Metode yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan yaitu K (feses burung puyuh tanpa fermentasi), P1 (feses burung puyuh difermentasi selama 3 hari), P2 (feses burung puyuh difermentasi selama 5 hari), P3 (feses burung puyuh difermentasi selama 7 hari), P4 (feses burung puyuh difermentasi selama 9 hari). Daphnia magna dikultur selama 12 hari dan diberi pupuk 3 hari sekali sebanyak 3ml/L. Rata-rata kepadatan yang diperoleh pada perlakuan K, P1, P2, P3, dan P4 berturut-turut adalah 334,17±270,53 ind/l, 1274,72±316,83 ind/l, 606,94±84,5 ind/l, 653,056±177,7 ind/l, 334,4±44,2 ind/l. Laju pertumbuhan masing-masing perlakuan yaitu K 0,207±0,06, P1 0,331±0,006, P2 0,235±0,01 P3 0,256±0,36, P4 0,187±0,01. Hasil menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair dari feses burung puyuh yang difermentasi memberikan pengaruh nyata terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan Daphnia magna. Kepadatan tertinggi diperoleh pada perlakuan fermentasi 3 hari, sedangkan laju pertumbuhan yang lebih baik terdapat pada waktu fermentasi 3 dan 7 hari. Kualitas air selama penelitian yaitu suhu sebesar 27oC, DO 6 mg/L, dan pH 8.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this research was to determine the effect of quail feces fermentation time on the growth rate and density of Daphnia magna and to determine the best fermentation time based on growth rate and density. The method used was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications of K (unfermented quail faeces), P1 (fermented quail feces for 3 days), P2 (quail feces fermented for 5 days), P3 (fermented quail feces for 7 days), P4 (fermented quail feces for 9 days). Daphnia magna was cultured for 12 days and given 3ml/L fertilizer every 3 days. The average density in K, P1, P2, P3, and P4 treatments were 334,17 ± 270,53 ind/l, 1274,72 ± 316,83 ind/l, 606,94±84,5 ind/l, 653,056±177,7 ind/l, 334,4±44,2 ind/l. The growth rates of each treatment were K 0,207±0,06, P1 0,331±0,006, P2 0,235±0,01, P3 0,256±0,36, P4 0,187±0,01. The results showed that the application of liquid organic fertilizer from fermented quail feces had significant effect on density and the growth rate of Daphnia magna. The highest density was 3-day fermentation, while better growth rate was 3 and 7 days fermentation. The water quality during the research was 27oC temperature, DO 6 mg/L, and pH 8.
|
| Kata kunci | Daphnia magna, kepadatan, laju pertumbuhan, feses burung puyuh, waktu fermentasi. |
| Pembimbing 1 | Prof. Ir. Purnama Sukardi, Ph.D |
| Pembimbing 2 | Ir. Sri Marnani, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 25 |
| Tgl. Entri | 2021-01-26 13:36:06.560835 |
|---|