Artikel Ilmiah : F1F016060 a.n. SULTHAN NAUFAL RABBANI

Kembali Update Delete

NIMF1F016060
NamamhsSULTHAN NAUFAL RABBANI
Judul ArtikelPENEGAKAN HUKUM DALAM PENANGANAN PERDAGANGAN ILEGAL HEWAN LANGKA DI INDONESIA MENURUT KERANGKA CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA (CITES) TAHUN 2014 – 2018
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penegakan hukum yang dilakukan terkait isu perdagangan ilegal hewan langka di Indonesia menurut konvensi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) tahun 2014 – 2018. Identifikasi penegakan hukum yang sesuai dengan kerangka CITES dianalisa menggunakan teori kepatuhan (compliance). Penelitian ini menjelaskan tentang kondisi perdagangan ilegal hewan langka di Indonesia tahun 2014 – 2018, dan implementasi dari kerangka CITES yang digunakan sebagai dasar pembuatan kebijakan terkait isu perdagangan ilegal hewan langka di Indonesia. Penelitian ini kemudian menganalisa tujuan dibalik ratifikasi CITES oleh pemerintah Indonesia menggunakan teori compliance, serta menjabarkan berbagai perundang-undangan yang sudah dibuat oleh pemerintah Indonesia, melalui implementasi dari konvensi CITES.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this research is to understand the law enforcement related issue of illegal trade in endangered animals in Indonesia according to the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) 2014 - 2018. The identification of law enforcement in accordance with the CITES framework is analyzed using compliance theory. This research describes the conditions of illegal trade of endangered animals in Indonesia from 2014 to 2018, and the implementation of the CITES framework which is used as the basis for policy making regarding the issue of illegal trade in endangered animals in Indonesia. This research then analyzes the purpose behind the ratification of CITES by the Indonesian government using compliance theory, and describes various laws that have been made by the Indonesian government, through the implementation of the CITES convention.
Kata kunciPenegakan hukum, rezim internasional, hewan langka, perdagangan ilegal, CITES, compliance theory
Pembimbing 1Ayusia Sabhita K., S.IP., M.Soc.Sc
Pembimbing 2Sri Wijayanti, S.IP., M.Si
Pembimbing 3Soni Martin Anwar, S.IP., MA
Tahun2021
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2021-01-06 22:09:21.12531
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.