Artikel Ilmiah : A1D015105 a.n. NOVIANA PRASTYANI
| NIM | A1D015105 |
|---|---|
| Namamhs | NOVIANA PRASTYANI |
| Judul Artikel | UJI APLIKASI METABOLIT SEKUNDER EMPAT JAMUR ENTOMOPATOGEN TERHADAP PENYAKIT DISEBABKAN VIRUS PADA TANAMAN CABAI |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji metabolit sekunder dari empat jamur entomopatogen yang terbaik untuk menekan penyakit disebabkan virus pada cabai dan pengaruh metabolit sekunder terhadap pertumbuhan tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dari bulan November 2018-Maret 2019. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan lima ulangan dan lima perlakuan yaitu terdiri atas kontrol, Metarhizium anisopliae (isolat Papua), Beauveria bassiana (isolat Papua), Lecanicillium lecanii (isolat Papua) dan Bio B10. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah masa inkubasi, intensitas penyakit, nilai AUDPC (Area Under Disease Progress Curve), daya kecambah, tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder dari M. anisopliae dapat menurunkan masa inkubasi, intensitas penyakit dan nilai AUDPC masing-masing 23,82, 2,46, dan 2,46% lebih rendah dibandingkan dengan kontrol. Metabolit sekunder L. lecanii memberikan pengaruh terbaik untuk komponen pertumbuhan daya kecambah, tinggi tanaman dan jumlah daun berturut-turut sebesar 100, 8,03, dan 43,26% dibandingkan dengan kontrol. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aimed to determined the best secondary metabolites of four entomopathogenic fungi for supressing viral disease and the effect of the secondary metabolites on chilli growth. This research was carried out at experimental farm, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2018-March 2019. Randomized block designed was used with five replicates and five treatments consisted of control and secondary metabolites of Metarhizium anisopliae (Papua isolate), Beauveria bassiana (Papua isolate), Lecanicillium lecanii (Papua isolates) and Bio B10. Variables observed were incubation period, disease intensity, area under disease progress curve (AUDPC) value, germination ability, crop height, number of leaves, and number of shoots. Result of the research indicated that secondary metabolites of M. anisopliae could decrease incubation periode, disease intensity, and AUDPC value as 23.82, 2.46, and 2.46%, respectively, compared to control. The secondary metabolites of L. lecanii could increase germination ability, crop height, and number of leaves as 100, 8.03, and 43.26, respectively, compared to control. |
| Kata kunci | metabolit sekunder, jamur entomopatogen, penyakit disebabkan virus |
| Pembimbing 1 | Ir. Darini Sri Utami, M.P. |
| Pembimbing 2 | Prof. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2020-12-28 10:02:40.277586 |