Artikel Ilmiah : F1G014051 a.n. DIAH YUYUT RETNO PRAMESTI
| NIM | F1G014051 |
|---|---|
| Namamhs | DIAH YUYUT RETNO PRAMESTI |
| Judul Artikel | ANALISIS EUFEMISME DALAM DEBAT PILKADA DKI JAKARTA 2017 (KAJIAN SEMANTIK) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Eufemisme Dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017 (Kajian Semantik)”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk kebahasaan yang mengandung unsur eufemisme dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017, serta mendeskripsikan fungsi penggunaan eufemisme dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017. Bentuk penelitian berupa deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap. Teknik lanjutan berikutnya adalah teknik catat. Data dianalisis dengan metode padan yakni metode padan referensial. Alat penentu metode padan referensial berupa referen bahasa. Dalam penelitian ini kata, frasa, klausa dan kalimat yang mengandung unsur eufemisme dalam debat pilkada DKI Jakarta 2017. Metode padan tersebut diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding memperbedakan. Pada tahap akhir atau tahap penyajian data digunakan metode informal. Hasil penelitian terhadap bentuk kebahasaan dan fungsi penggunaan eufemisme dalam Debat Pilkada DKI Jakarta 2017, dapat disimpulkan bahwa bentuk kebahasaan yang mengandung eufemisme yang teridentifikasi terbagi atas 13 kata, 9 frasa. Fungsi eufemisme yang teridentifikasi adalah eufemisme sebagai alat untuk menghaluskan ucapan sebanyak 17 ungkapan, eufemisme sebagai alat untuk merahasiakan sesuatu sebanyak 2 ungkapan, eufemisme sebagai alat berdiplomasi sebanyak 2 ungkapan, eufemisme sebagai alat pendidikan sebanyak 1 ungkapan. Ditemukannya ungkapan eufemisme termasuk ke dalam kategori ungkapan yang halus dan disenangi. Dapat menghindari sesuatu yang tidak diinginkan atau terhindar dari konflik sosial. Selain itu, dapat digunakan sebagai sarana bagaimana cara seseorang menghargai dan menghormati lawan bicaranya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Kata kunci: Eufemisme, Debat Pilkada, Semantik. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT The title of this research is "Euphemism Analysis in the 2017 DKI Jakarta Regional Election Debate (Semantic Study)". The purpose of this study is to describe the forms of language that contain elements of euphemisms in the 2017 DKI Jakarta Regional Election Debate and to describe the function of using euphemisms in the 2017 DKI Jakarta Regional Election Debate. The researcher is using a descriptive qualitative method. The method used in studying the data is the observation method. The listening method has two techniques which are; basic techniques and advanced techniques. The basic technique used in this research is the tapping technique. The advanced technique is a technique that involves free listening. The next technique is the note-taking technique. Data analysis is using the equivalent method which is the referential equivalent method. The instrument to determine the referential equivalent method is in the form of language references. In this study, words, phrases, clauses that contain elements of euphemisms in the 2017 DKI Jakarta regional election debate are followed by basic techniques of sorting the determining elements and advanced techniques in the form of differentiating appeal linking techniques. At the final stage or stage of presenting the data, informal methods are used. The results of research in language forms and the use of euphemisms in the 2017 DKI Jakarta Regional Election Debate shows that the forms of language that contains identified euphemisms are divided into 13 words, 9 phrases. The identified function of euphemisms is a euphemism as an instrument to smooth speech as many as 17 expressions, euphemism as an instrument to keep something confidential, as many as 2 expressions, euphemism as a diplomatic instrument as many as 2 expression, euphemism as a education instrument as many as 1 expression. The discovery of euphemistic expressions falls into the category of refined and favorable expressions that can avoid something undesired or avoid social conflict. In addition, it can be used on how someone appreciates and respects the interlocutor so it doesn't lead to misunderstanding. Keyword: Euphemism, Regional Election Debate, Semantic. |
| Kata kunci | Kata kunci: Eufemisme, Debat Pilkada, Semantik. |
| Pembimbing 1 | Farida Nuryantiningsih, S.S., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Erwita Nurdiyanto, S.S., M.A. |
| Pembimbing 3 | Gita Anggria Resticka, S.S., M.A. |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 33 |
| Tgl. Entri | 2020-12-18 07:18:01.336774 |