| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Jerawat merupakan penyakit kulit yang umumnya terjadi pada remaja usia 16-19 tahun, bahkan dapat berlanjut hingga usia 30 tahun. Penyebab jerawat salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acne. Bakteri tersebut diketahui mampu dihambat oleh senyawa aktif dari tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri yaitu ekstrak daun mangga bacang (Mangifera foetida Lour). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi pelarut ekstrak daun mangga bacang terhadap aktivitas bakteri P.acne menggunakan metode maserasi dan fraksinasi bertingkat, konsentrasi minimum ekstrak daun mangga bacang yang dapat menghambat aktivitas bakteri P.acne menggunakan metode difusi sumuran, pembuatan sediaan gel facial wash ekstrak daun mangga bacang, serta karakterisasi sediaan tersebut. Karakterisasi sediaan gel facial wash meliputi uji homogenitas, pH, daya busa, daya sebar, viskositas, organoleptik, dan uji aktivitas antibakteri. Ekstrak metanol, fraksi etil asetat, fraksi n-heksana, serta fraksi residu ekstrak metanol daun mangga bacang memiliki nilai rendemen sebesar 10,88%; 2,94%; 0,80%; dan 7,14%. KHTM ekstrak metanol daun mangga bacang terhadap P.acne yaitu 0,5 ppm dengan zona hambat sebesar 1,50 mm. Sediaan gel facial wash dibuat dengan menambahkan ekstrak daun mangga bacang pada konsentrasi 0,1; 0,5; dan 1 ppm. Hasil karakterisasi sediaan gel facial wash pada penyimpanan selama 16 hari mengalami penurunan stabilitas namun tetap memenuhi SNI dengan nilai pH pada rentang 5,70–6,23; nilai daya busa pada rentang 62,84–67,62 %; nilai daya sebar pada rentang 6,64–7,13 cm; serta nilai viskositas pada rentang 11.250-11.713 cPS. Sediaan gel dengan konsentrasi ekstrak daun mangga bacang 0,1; 0,5; dan 1 ppm dapat menghambat pertumbuhan P.acne dengan aktivitas antibakteri sebesar 6,13; 14,43; dan 15,10 mm. Nilai organoleptik memperoleh nilai 4,1 pada parameter aroma, nilai 3,9 pada parameter warna dan bentuk, nilai 3,7 pada parameter tekstur, dan nilai 3,8 pada parameter daya busa. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Acne is a skin disease that generally occurs at aged 16-19 years, and can even continue until the age of 30’s. One of the causes of acne is the bacteria, Propionibacterium acne. These bacteria are known to be able to be inhibited by active compounds from plants that have the potential to act as antibacterials, namely the Bachang mango leaf extract (Mangifera foetida Lour). This study aimed to determine the effect of the extract solvent fraction of bachang mango leaf on the activity of P.acne, the minimum concentration of bachang mango leaf extract that can inhibit the activity of P.acne, formulate bachang mango leaf extract for facial wash gel, and facial wash characterized. The characterization of facial wash gel preparations included homogeneity, pH, foam power, dispersion, viscosity, organoleptic, and antibacterial activity tests. Extract methanol, fraction ethyl acetate, fraction n-hexane, and fraction metanol of bachang mango leaf extract had a yield value of 10.88%; 2.94%; 0.80%; and 7.14%. MIC of methanol extract of bachang mango leaves against P.acne is at a concentration of 0.5 ppm with an inhibition zone 1.50 mm. Facial wash gel are made by adding bachang mango leaf extract at a concentration of 0.1; 0.5; and 1 ppm. The characterization of gel facial wash complied SNI requirements for 16 days, which pH test results are in the range of 5.70–6.23; the foam power test obtained a value range of 62.84-67.62 %; the spreadability test were in the range of 6.64–7.13 cm; a viscosity value range of 11.250-11.713 cPS. Gel facial wash with a concentration of mango leaf extract 0.1; 0.5; and 1 ppm can inhibit the growth of P.acne with antibacterial activity of 6.13; 14.43; and 15.10 mm. The organoleptic test on smell parameters with a value of 4.1, tekstur and shape with a value of 3.9, colour parameter with a value of 3.7, and the foam power with a value of 3.8. |