Artikel Ilmiah : F1A016011 a.n. ARFIAH RAMADHANTI
| NIM | F1A016011 |
|---|---|
| Namamhs | ARFIAH RAMADHANTI |
| Judul Artikel | SEKSISME PELAKOR DI MEDIA SOSIAL (Persepsi Warganet Mengenai Keterlibatan Perempuan dalam Kasus Perselingkuhan di Media Sosial Instagram) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pelakor (Perebut lelaki orang) merupakan kata yang saat ini digunakan untuk menyebut perempuan pihak ketiga yang terlibat dalam kasus perselingkuhan. Penyebutan pelakor sering digunakan setelah munculnya video mengenai kasus perselingkuhan yang viral di media sosial. Saat ini penyebutan pelakor turut memunculkan banyak komentar-komentar seksis dan mengandung kebencian terhadap perempuan (misogyny) kepada perempuan yang terlibat dalam isu perselingkuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap seksisme warganet terhadap isu pelakor dengan bentuk-bentuk seksis yang berbeda tiap komentarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan metode analisis wacana kritis Sara Mills. Bahan penelitian ini berupa komentar-komentar dari postingan mengenai kasus perselingkuhan di akun instagram @lambe_pelakor. Berdasarkan hasil penelitian, sikap seksisme warganet terhadap isu pelakor dapat diketahui dalam empat bentuk seksisme yang terlihat dari komentar warganet. Keempat bentuk seksisme tersebut adalah: [1] Komentar yang dikriminatif terhadap sosok perempuan. [2] Komentar berbentuk pelecehan seksual secara online yang saat ini rentan terjadi terhadap perempuan dan aktivitasnya di dunia maya. [3] Komentar yang mengobjektifikasi dan mendehumanisasi sosok perempuan sebagai makanan atau benda mati. [4] Komentar seksis dan misogynis terhadap perempuan yang terlibat dalam kasus perselingkuhan yang bernada keagamaan. Rekomendasi penelitian ini adalah literasi media menjadi upaya yang dapat dilakukan dalam rangka mengedukasi warganet tentang berbagai isu dan wacana gender dan feminis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Pelakor (Perebut lelaki orang) is a word currently used to refer to third-party women involved in infidelity cases. The mention of pelakor is often used after the emergence of videos about infidelity cases that went viral on social media. Nowadays, the mention of pelakor also raises many sexist and misogyny comments towards women involved in the issue of infidelity. This research aims to examine the sexism of citizens on the issue of pelakor with different sexist forms of each comment. This research is a descriptive qualitative study that uses sara mills critical discourse analysis method. The research material is in the form of comments from posts about infidelity cases on instagram @lambe_pelakor. Based on the results of the study, the attitude of sexism towards the issue of pelakor can be known in four forms of sexism seen from the comments of citizens. The four forms of sexism are: [1] Comments that are criminalized against female figures. [2] The comments take the form of online sexual harassment that is currently vulnerable to women and their activities in cyberspace. [3] Comments objectifying and dehumanizing female figures as food or inanimate objects. [4] Sexist and misogynistic comments towards women involved in religious infidelity cases. The study's recommendation is that media literacy be an effort that can be made in order to educate citizens about various issues and discourses of gender and feminists. |
| Kata kunci | Pelakor, Seksisme, Diskriminasi terhadap perempuan |
| Pembimbing 1 | Dra. Fatmah Siti Dj, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Soetji Lestari, M.Si |
| Pembimbing 3 | Hariyadi, MA,Ph.D |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2020-11-18 13:05:23.978816 |