| NIM | B1A016015 |
| Namamhs | ULFA HABIBAH HAMDANIAH |
| Judul Artikel | Pertumbuhan dan Keanekaragaman Genetik Enam Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Berdasarkan Marka RAPD |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Telah dilakukan penelitian tentang pertumbuhan dan keanekaragaman genetik enam kutivar kedelai (Glycine max (L.) Merr.) berdasarkan marka RAPD. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dan karakterisasi molekuler. Metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yaitu kultivar kedelai. Terdapat enam kultivar kedelai yang diteliti yaitu Dena 2, Detap 1, Gepak Kuning, Deja 1, Sinabung, dan Grobogan yang diulang tiga kali sehingga secara keseluruhan terdapat 18 unit percobaan. Parameter pertumbuhan yang diamati dalam penelitian eksperimental meliputi tinggi tanaman, diameter batang, berat basah dan berat kering tanaman. Karakterisasi molekuler dilakukan menggunakan teknik RAPD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar Grobogan memiliki tinggi tanaman tertinggi dan berbeda tidak nyata dengan Dena 2, Deja 1, dan Detap 1. Kultivar dengan diameter batang terbesar adalah Dena2 dan berbeda tidak nyata dengan Deja1, Detap 1, Grobogan dan Sinabung. Kultivar yang menghasilkan berat kering terbesar adalah kultivar Detap 1 dan berbeda tidak nyata dengan Deja 1, Dena 2, Gepak Kuning, dan Grobogan. Analisis keanekaragaman dengan marka RAPD menghasilkan polimorfisme yang rendah, yaitu 21,42 % diantara keenam kultivar kedelai. Jarak genetik terdekat terlihat antara kultivar Deja 1 dengan Dena 1, dan antara Deja1 dengan Sinabung. Jarak genetik terjauh terlihat antara kultivar Dena 2 dengan Detap 1, dan antara Sinabung dengan Detap 1. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Research on the growth and genetic diversity of six soybean cutivars (Glycine max (L.) Merr.) Based on RAPD markers has been conducted. The research methods used included experimental and molecular characterization. The experimental method used a completely randomized design (CRD) with one factor, i.e. the soybean cultivar. There were six soybean cultivars studied, namely Dena 2, Detap 1, Gepak Kuning, Deja 1, Sinabung, and Grobogan with three replications resulting in a total of 18 experimental units. Growth parameters observed in the experimental study included plant height, stem diameter, plant fresh weight and plant dry weight. Molecular characterization was conducted using the RAPD technique. The results show that grobogan cultivar has the highest plant height similar to Dena 2, Deja 1, and Detap 1. Cultivar having the biggest stem diameter in Dena 2 similar to Deja 1, Detap 1, Grobogan and Sinabung. Cultivar which give rise to the highest plant dry weight is detap 1 similar to Deja 1, Dena 2, Gepak Kuning, and Grobogan. Genetic diversity analysis based on the RAPD marker results in low level of polymorphism among the six soybean cultivars, i.e. 21,42 %. The closest genetic distance is observed between Deja 1 and Dena 1, as well as Deja1 and Sinabung cultivars. The farthest genetic distance is observed between Dena 2 and Detap 1, as well as Sinabung and Detap 1 cultivars. |
| Kata kunci | keanekaragaman genetik, kedelai, marka polimorfik, RAPD |
| Pembimbing 1 | Ir. Alice Yuniaty, M.Sc. Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Dra. Kamsinah, M.P |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2020-11-16 12:32:34.982272 |
|---|