| NIM | B1A016060 |
| Namamhs | WIWIT NUR AFIFAH |
| Judul Artikel | Studi Tentang Pembentukan Umbi Mikro Kentang (Solanun tuberosum L.) Dengan Perlakuan IAA Dan Sukrosa |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kebutuhan kentang di Indonesia terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk. Produksi kentang di Indonesia belum dapat memenuhi permintaan pasar. Rendahnya produksi kentang disebabkan oleh rendahnya mutu bibit kentang yang digunakan, sehingga produktivitas kentang rendah. Guna mengatasi masalah ini, aplikasi teknik penyediaan bibit dengan kultur in vitro dapat dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: 1) mempelajari pengaruh pemberian IAA dan sukrosa pada pembentukan umbi mikro kentang kultivar granola, dan 2) menentukan konsentrasi IAA dan sukrosa terbaik untuk pembentukan umbi mikro kentang kultivar granola. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor yang dicoba adalah konsentrasi IAA dengan 4 taraf yaitu I0: 0 µM, I1: 5 µM, I2: 10 µM, I3: 15 µM dan konsentrasi sukrosa dengan 4 taraf yaitu S0: 0 g/L, S1: 30 g/L, S2: 60 g/L, S3: 90 g/L. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga diperoleh 48 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah pembentukan umbi mikro kentang dengan parameter yang diukur yaitu jumlah umbi mikro, diameter umbi mikro, dan bobot basah umbi mikro. Hasil menunjukkan bahwa pemberian sukrosa dan IAA secara mandiri mempengaruhi pembentukan umbi mikro kentang kultivar granola. Sukrosa dengan konsentrasi 60 g/L dan merupakan perlakuan terbaik pada pembentukan umbi mikro kentang kultivar granola, sementara pemebrian IAA dengan konsentrasi 10 µM menghasilkan umbi mikro paling besar dengan bobot basah paling besar. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The need for potatoes in Indonesia continues to increase in line with population growth. Potato production in Indonesia has not been able to meet the market demand. The low production of potatoes is caused by the low quality of the potato seeds used. To overcome this problem, in vitro culture technique can be offered to produce high quality micro tuber seeds. This research has been conducted with a view to: 1) study the effect of IAA and sucrose on micro tuber production of granola cultivar of potato, and 2) to determine the best IAA and sucrose concentrations to increase granola cultivar potato micro tuber production. This research has been conducted experimentally with a completely randomized design (CRD) on factorial treatment pattern. The factors tested were IAA concentration with 4 levels, namely I0: 0 µM, I1: 5 µM, I2: 10 µM, I3: 15 µM and sucrose concentration with 4 levels, namely S0: 0 g/L, S1: 30 g/L, S2: 60 g/L, S3: 90 g/L. Each treatment combination was repeated 3 time, which resulted in 48 experimental units. The variables observed in this study was micro tuber induction with the parameters measured included the number of micro tubers formed and micro tuber diameter and wet weight. The research results showed that micro tuber formation of granola cultivar of potato was controlled by sole sucrose or IAA treatment, respectively. Sucrose at the concentration of 60 g/L resulted in the best micro tuber formation, whereas the addition of IAA at 10 µM concentration resulted in the biggest and heaviest micro tuber formed. |
| Kata kunci | IAA, kentang, sukrosa, umbi mikro |
| Pembimbing 1 | Sugiyono, S.Si., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Drs. Lucky Prayoga, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2020-11-16 07:25:54.298424 |
|---|