Artikel Ilmiah : L1B016042 a.n. DITA AFIFAH NABILAH

Kembali Update Delete

NIML1B016042
NamamhsDITA AFIFAH NABILAH
Judul ArtikelPENYERAPAN KUNING TELUR DAN ANALISIS POLIMORFISME DNA LARVA KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) YANG DIPELIHARA DENGAN SUHU YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pada pengembangan budidaya ikan Kakap Putih, pembenihan merupakan kegiatan yang sangat penting karena dalam melakukan budidaya faktor penyediaan benih adalah mutlak. Masalah yang terjadi pada pembenihan antara lain adalah kematian pada fase larva khususnya fase penyerapan kuning telur. Laju penyerapan kuning telur larva ikan dapat dipengaruhi oleh suhu pemeliharaan.Kecepatan laju penyerapan kuning telur ikan kakap putih dapat berkaitan dengan polimorfisme DNA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu yang berbeda terhadap laju penyerapan kuning telur pada larva ikan Kakap Putih dan menganalisis keterkaitan antara laju penyerapan kuning telur larva dengan polimorfisme DNA larva ikan kakap putih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (suhu 28°C, 30°C, 32°C, 34°C) dan 3 ulangan individu. Uji polimorfisme DNA dilakukan menggunakan metode PCR-RAPD yang dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu laju penyerapan kuning telur cepat, sedang dan lambat. Hasil dari penelitian ini adalah suhu yang berbeda mempunyai pengaruh terhadap laju penyerapan kuning telur. Suhu untuk waktu penyerapan kuning telur larva, sintasan, pertumbuhan dan perkembangan morfologi larva yang baik adalah suhu 32°C. Dari analisis DNA tidak diperoleh marka spesifik yang membedakan antara kecepatan penyerapan kuning telur larva kakap putih dengan PCR-RAPD yang menggunakan primer OPA 18 dan OPD 5.
Abtrak (Bhs. Inggris)In development of Barramundi cultivation, hatchery is a very important activity because in cultivating the seed supply factor is an absolute. The problem that occurs in hatcheries is death in the larval stage, especially the absorption phase of egg yolk.An absorption rate of larvae egg yolk can be affected by the rearing temperature. The rate of absorption rate of white snapper egg yolk can be related to DNA polymorphism. The purposes of this study were to determine the effect of different temperature on absorption rate of larvae egg yolk and and to analyze the relationship between the absorption rate of larvae egg yolk with DNA polymorphisms of Barramundi larvae. This study used a completely randomized design with 4 temperature treatments (28°C, 30°C, 32°C, 34°C) and 3 individual replications. DNA polymorphism test was carried out using anPCR-RAPD method on three groups of different egg yolk absorption rates: fast, medium and slow absorption. The results of this study were that different temperatures have an influence on the absorption rate of egg yolk. The best temperature for egg yolk absorption, growth, survival rate and morphological development at 32°C. From DNA analysis, there were no specific markers that distinguished fast, medium and slow the rate of absorption of Lates calcarifer larvae egg yolkwith PCR-RAPD using OPA 18 and OPD 5 primers.
Kata kunciLarva kakap putih; Suhu; Penyerapan kuning telur; RAPD
Pembimbing 1Dr. rer.nat. Hamdan Syakuri, S.Pi.,M.Si.
Pembimbing 2Supriya A. Pi, M. Si
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman57
Tgl. Entri2020-11-10 10:14:49.160804
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.