Artikel Ilmiah : A1D016021 a.n. BAYU RESTU AJI

Kembali Update Delete

NIMA1D016021
NamamhsBAYU RESTU AJI
Judul ArtikelSTUDI KORELASI UNSUR HARA P DAN SERAPAN P TERHADAP HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.) Meril) DI KECAMATAN KEBASEN, BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini untuk mengetahui: 1) penyebaran status unsur hara P pada tanaman kedelai di Kecamatan Kebasen, Banyumas. 2) korelasi unsur hara P dan serapan P dengan hasil tanaman kedelai di Kecamatan Kebasen, Banyumas. 3) rekomendasi pemupukan P untuk tanaman kedelai di Kecamatan Kebasen, Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan November 2019 sampai Maret 2020 dengan metode survei pada tingkat ketelitian semi detail dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) yang dibuat dengan cara menumpang susunkan (overlay) beberapa peta dasar yang kemudian ditentukan titik sampel berdasarkan wilayah kawasan budidaya tanaman kedelai di lahan sawah dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran sungai serayu. Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), Potensial Redoks, P Tersedia, Serapan P dan Hasil Tanaman Kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara fosfor di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas bervariasi dari sangat rendah sampai sangat tinggi. Kemasaman tanah (pH) H2O pada kedalaman tanah 0-25 cm memiliki korelasi yang sangat kuat dengan hasil tanaman. DHL juga memiliki korelasi yang kuat dengan hasil tanaman pada kedalaman 25-50 cm. sedangkan pada kedalaman 0-50 cm, hasil tanaman memiliki korelasi dengan pH H2O, potensial redoks memiliki korelasi kuat dengan serapan P dan P-tersedia serta DHL yang berkorelasi dengan P-tersedia. Korelasi antara P tersedia dan Serapan P dengan hasil tanaman kedelai memiliki hubungan korelasi sangat lemah. Rekomendasi pemupukan P di lokasi penelitian dilakukan dengan takaran tertentu sesuai kebutuhan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study was to determine: 1) the distribution of P nutrient status in soybean plants in Kebasen District, Banyumas. 2) correlation of P nutrients and P uptake with soybean yields in Kebasen District, Banyumas. 3) recommendation of P fertilization for soybean plants in Kebasen District, Banyumas. This research was conducted from November 2019 to March 2020 with a survey method at a semi-detailed level of accuracy with a scale of 1: 50,000. Determination of sample points was carried out based on the Homogeneous Land Unit Map (SLH) which was made by overlaying several basic maps which then determined the sample points based on the area of soybean cultivation in paddy fields with a transect system made perpendicular to the flow of the Serayu river. The variables observed included pH H2O, pH KCl, Electrical Conductivity (DHL), Redox Potential, Available P, P Uptake and Soybean Plant Yield. The results showed that the status of phosphorus in Kebasen District, Banyumas District varied from very low to very high. Soil acidity (pH) H2O at a soil depth of 0-25 cm has a very strong correlation with crop yield. DHL also has a strong correlation with crop yields at depths of 25-50 cm. whereas at a depth of 0-50 cm, crop yields were correlated with pH H2O, redox potential had a strong correlation with available P and P uptake and DHL correlating with available P-available. The correlation between available P and P uptake with soybean yield has a very weak correlation. Recommendations for P fertilization at the research location are carried out at a certain dose as needed.
Kata kunciP-tersedia, Serapan P, lahan sawah, tanaman kedelai, rekomendasi pemupukan.
Pembimbing 1Ir. Bambang Siswo Susilo, M.P.
Pembimbing 2Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D.
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2020-11-09 15:48:34.327666
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.