| NIM | F1A016027 |
| Namamhs | ALFIYANTI SETYANI |
| Judul Artikel | Gender Stereotyping dalam Dunia Pendakian pada Mahasiswa Pecinta Alam di Purwokerto
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan mengkaji pandangan pendaki gunung laki-laki terhadap keikutsertaan perempuan dan peran yang dilakukan perempuan dalam pendakian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sasaran utama pendaki laki-laki dari tiga UKM pecinta alam (UPL MPA Unsoed, Mapsa UMP, dan KMPA Faktapala IAIN Purwokerto). Sasaran pendukung adalah pendaki perempuan UPL MPA Unsoed dan Mapsa UMP, serta porter gunung. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif dari Milles dan Huberman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat gender stereotype terhadap keikutsertaan perempuan dalam pendakian. Pendaki laki-laki melihat pendaki perempuan sebagai orang yang susah diatur, susah dikontrol, manja, mudah mengeluh, lambat, dan kurang bertanggungjawab. Namun mereka mengakui bahwa adanya pendaki perempuan dapat menjadi penyemangat sekaligus penghibur sehingga pendakian tidak monoton dan lebih menyenangkan.Gender stereotype juga tercermin dalam pembagian kerja selama proses pendakian, mulai dari pra-pendakian, operasional pendakian, hingga pasca-pendakian. Asumsi bahwa laki-laki lebih kuat, berjiwa memimpin, dan pemberani membuat peran laki-laki lebih dominandibandingkan perempuan.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to examine the views of male mountain climbers on female's participation and the roles that female play in climbing. This study used a descriptive qualitative approach with the main target male climbers from three nature-lovers student activity unit (UPL MPA Unsoed, Mapsa UMP, and KMPA Factapala IAIN Purwokerto). Supporting targets are female climbers of UPL MPA Unsoed and Mapsa UMP, and mountain porters. The technique of determining informants using purposive sampling, data collection techniques using in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used interactive analysis from Milles and Huberman. The results showed that there were still gender stereotypes about female's participation in climbing. Male climbers see female climbers as unruly, difficult to control, spoiled, complaining, slow, and less responsible. However, they admit that the presence of female climbers can be both encouraging and entertaining so that climbing is less monotonous and more enjoyable. Gender stereotypes are also reflected in the division of labor during the climbing process, from pre-climbing, climbing operations, to post-climbing. The assumption that male are stronger, spirited to lead, and courageous make men's roles more dominant than female. |
| Kata kunci | Pendaki perempuan, mahasiswa pecinta alam, gender stereotype |
| Pembimbing 1 | Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Soetji Lestari, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Niken Paramarti Dasuki, M.Si. |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2020-10-25 19:20:54.722275 |
|---|