Artikel Ilmiah : L1C016048 a.n. RIFKI NUR FAIZAN

Kembali Update Delete

NIML1C016048
NamamhsRIFKI NUR FAIZAN
Judul ArtikelStatus Bioeroder Boring pada Karang Keras (Scleractinia) di Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, dan Cemara Kecil, Kepulauan Karimunjawa
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bioeroder adalah salah satu penyebab terdegradasinya terumbu karang secara biologis. Salah satu bioeroder yang dapat ditemukan di Kepulauan Karimunjawa yaitu jenis boring. Penelitian ini berjudul “Status Bioeroder Boring pada Karang Keras (Scleractinia) di Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, dan Cemara Kecil, Kepulauan Karimunjawa. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan bioeroder boring, persentase tutupan karang keras, komparasi kelimpahan bioeroder boring, serta mengetahui pengaruh kelimpahan bioeroder boring terhadap persentase tutupan karang keras di perairan Pulau Menjangan Besar, Menjangan Kecil, dan Cemara Kecil. Penelitian ini menggunakan metode Belt Transect dan Line Intercept Transect (LIT). Belt Transect digunakan untuk pengambilan data kelimpahan bioeroder boring dan Line Intercept Transect digunakan untuk pengambilan data persentase tutupan karang keras. Penelitian ini menggunakan Analisis Faktorial-RAL untuk mengetahui pengaruh kelimpahan bioeroder boring terhadap persentase tutupan karang keras. Hasil penelitian menemukan 3 genus bioeroder boring yaitu Lithophaga sp., Cliona sp., dan Callyspongia sp. Kelimpahan bioeroder boring berkisar antara 0,625 – 2,492 individu/m2. Persentase tutupan karang keras termasuk dalam kategori Cukup sampai Baik (45,833 - 73,333%). Hasil Analisis Faktorial-RAL menunjukan bahwa kelimpahan bioeroder boring berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase tutupan karang keras.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bioeroder is one of the impact of reef degradation biologically. One of bioeroders found in Karimunjawa is boring bioeroders. The research entitled “Status of Boring Bioeroders on Hard Corals (Scleractinia) in Menjangan Besar, Menjangan Kecil, and Cemara Kecil Island, Karimunjawa”. This research aim to know the type and abundance of boring bioeroders, hard coral coverage percentage, comparation of boring bioeroders abundance, and also know the effect of boring bioeroders abundance towards hard coral coverage percentage. Belt Transect and Line Transect were used in this research. Belt Transect was used to determine the abundane of boring bioeroders and Line Intercept Transect was used to determine the percentage of hard coral coverage. CRD-Factorial Analysis is used to determine the influenced between boring bioeroders abundance with hard coral coverage percentage. The result were found 3 genus of boring bioeroders namely, Lithophaga sp., Cliona sp., and Callyspongia sp. The abundance of boring bioeroders is 0,625 – 2,492 individu/m2. Hard coral coverage percentage include fair to good category (45,833 - 73,333%). The result of CRD-Factorial showed that the abundance of bioeroders has significant effect (P<0,05) towards the percentage of coral coverage.
Kata kunciBioeroder boring; Kelimpahan; Tutupan Karang; Karang Keras; Kepulauan Karimunjawa
Pembimbing 1Dr. Tjahjo Winanto, M.Si
Pembimbing 2R. Taufan Harisam, S.Pi, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2020-10-19 20:53:12.093756
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.