Artikel Ilmiah : C1A016055 a.n. AYU LESTARI HERMAWAN

Kembali Update Delete

NIMC1A016055
NamamhsAYU LESTARI HERMAWAN
Judul ArtikelANALISIS PRODUKSI DAUN NILAM DAN NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI
MINYAK ATSIRI DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini merupakan penelitian survei yang dilakukan pada petani nilam dan pengusaha
agroindustri penyulingan minyak atsiri daun nilam di Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga
Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil judul “Analisis Produksi Daun Nilam dan Nilai Tambah
Agroindustri Minyak Atsiri di Kabupaten Purbalingga”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pengaruh input produksi terhadap
jumlah produksi daun nilam dan menganalisis nilai tambah yang diperoleh dari penyulingan daun
nilam menjadi minyak atsiri.
Jumlah sampel yang diambil pada penelitian ini terdiri dari 73 petani nilam dan 1 pengusaha
penyulingan minyak atsiri. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling.
Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian pada analisis produksi nilam di Kecamatan Kutasari
menggunakan alat analisis SPSS (Statistical Package for Sosial Science) for windowsversion 16.0 dan
Ms. Office Excel 2007menunjukkan bahwa secara simultansemua variabel bebas yaitu luas lahan,
bibit, pupuk dan tenaga kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap produksi nilam.
Sementara pada uji parsial variabel luas lahan dan tenaga kerjaberpengaruh negatif tidaksignifikan,
untuk variabel pupuk berpengaruh positif tetapi tidak signifikan sedangkan variabel bibit
berpengaruh positif signifikan. Hal ini berarti bahwa penggunaan sumberdaya dalam usahatani nilam
belum optimal sehingga produksi nilam belum maksimal.
Berdasarkan hasil analisis nilai tambah dengan Metode Hayami pada agroindustri
penyulingan daun nilam menjadi minyak atsiri, nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp3.870/kg. Hal
ini berarti bahwa setiap 63 kg bahan baku daun nilam akan menghasilkan output berupa minyak
atsiri sebanyak 1kg atau senilai Rp8.708/kg dan nilai tambah senilai Rp3.870/kg dengan rasio nilai
tambah terhadap nilai output adalah 44%.Rasio nilai tambah tersebut termasuk kategori tinggi
karena lebih dari 40%. Besarnya nilai tambah yang diperoleh dipengaruhi oleh nilai produk, harga
input produksi, harga bahan baku, dan sumbangan input lainnya.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu bahwa petani nilam belum menggunakan sumberdaya
yang ada secara optimal dikarenakan kurangnya informasi dan belum adanya penyuluhan dari
pemerintah. Penggunaan pupuk kandang dirasa belum optimal untuk produktivitas nilam ada
baiknya jika petani mengkombinasikan antara pupuk organik dan pupuk kimia yang tepat, sehingga
tingkat produksinya tinggi.Dalam nilai tambah minyak nilam ini keuntungan pengusaha penyulingan
sebesar 62% dan keuntungan tenaga kerja hanya sebesar 13%. Ada baiknya agroindustri minyak
nilam ini lebih mensejahterakan tenaga kerja dengan menaikan upah tenaga kerja.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study is a survey research conducted on Patchouli farmers and agroindustry bussiness of
Patchouli essential oil distillation in Kutasari district, Purbalingga, Central Java. This stuy titled
‘Analysis of Patchouli leaves and the added value of Agroindustry essential oil in Purbalingga”.
This study aims to analyze the effect of input production on the amount of patchouli leaves
production and the added valeu of patchouli distillation into essesntial oil.
The samples consisted of 73 patchouli farmers and an entreprenuer of essential oil distillation.
The samples were observed using simple random samoling method. The data analyzed using a
quatitative descriptive.
Based on the results of patchouli production in Kutasari district using SPSS for windows
version 16.0 and Ms. Office Excel 2007, it showed that all independent variables such as land area,
seed, fertilizer and labor simultaneously had a significant effect on patchouli production. However,
the result of partial test showed that land area and labor variable had no significant negative effect,
fertilizer variable had no significant positive effect, while seed variable had a significant postive
effect. It concluded that resources utilization in patchouli farming is not optimal as well as its
production.
Based on the result, the added value using The Hayami Method on agroindusry of patchouli
distillation into essential oil reached Rp3.870/kg. It means that every 63 kg of patchouli leaves will
produce 1 kg of essential oil or Rp8.708/kg and the added value of Rp3.870/kg with a ratio of the
added value to the output was 44%. It categorized as high because it is more tahn 40%. The amount
of added value obatined influenced by the product value, input prices, raw matter price, and other
input sources.
The implicatition of above conclusion is patchouli farmers not utilized resources optimally due
to lack of information and counseling from the government. The manure utilization is not optimal for
patchuoli productivity, and suggested to combine between organic and chemical fertilizer properly to
increase its production. A distillation entreprenuer got 62% benefit and the labor only got 13 % from
the added value of patchouli oil. It suggested agroinsudtry of patchouli oil to aware with labor
welfare by raising the labor cost.
Kata kunciProduksi, Nilai Tambah, Daun Nilam, Minyak Atsiri
Pembimbing 1Dr. Lilis Siti Badriah, S.E, M.Si
Pembimbing 2Drs. Sukiman, MP
Pembimbing 3Drs. Herman Sambodo, MP
Tahun2020
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2020-08-24 10:20:43.917942
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.