Artikel Ilmiah : C1A016040 a.n. FRANSISKA EMA ERAWATI
| NIM | C1A016040 |
|---|---|
| Namamhs | FRANSISKA EMA ERAWATI |
| Judul Artikel | ANALISIS USAHATANI KOPI ARABIKA DI KABUPATEN TEMANGGUNG (Studi Kasus di Kecamatan Kledung Kabupaten Temanggung) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kecamatan Kledung merupakan penghasil kopi arabika terbanyak di Kabupaten Temanggung, akan tetapi selama beberapa tahun terakhir mengalami fluktuasi hasil produksi dengan luas lahan yang cenderung tetap. Penelitian ini bertujuan (1) untuk menganalisis efisiensi usahatani kopi arabika di Kecamatan Kledung. dan (2) untuk menganalisis tingkat keuntungan yang diperoleh petani pada usahatani kopi arabika di Kecamatan Kledung. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah populasi sebanyak 1.319 orang dan jumlah sampel 92 orang serta teknik pengambilan data melalui kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan uji efisiensi (R/C ratio) dan Analisis keuntungan usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Usahatani kopi arabika di Kecamatan Kledung secara umum memiliki nilai efisiensi rata-rata sebesar 2,04 dengan nilai efisiensi 2,78 pada luas lahan ≤1000 m2 dan nilai efisiensi 2,19 dan 1,29 pada luas lahan 1001-1500 m2 dan lahan seluas >1500 m2. (2) Keuntungan usahatani kopi arabika di Kecamatan Kledung secara umum adalah sebesar Rp1.139.540.500 dan keuntungan usahatani dengan luas lahan ≤1000 m2 adalah Rp374.610.405, keuntungan usahatani kopi arabika dengan luas lahan 1001-1500 m2 dan >1500 m2 adalah sebesar Rp168.403.283 dan Rp54.458.735. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usahatani kopi arabika di Kecamatan Kledung mencapai efisiensi tertinggi pada luas lahan ≤1000m2 serta dengan perolehan tingkat keuntungan tertinggi pada lahan seluas 1001-1500 m2. Implikasi berkaitan dengan efisiensi dan keuntungan usahatani di Kecamatan Kledung sebaiknya petani melakukan pemeliharaan tanaman secara optimal seperti pemupukan teratur yaitu sebanyak dua kali dalam satu tahun, pemotongan cabang yang tidak diperlukan dan peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif atau berumur lebih dari 15 tahun agar memperoleh hasil produksi yang maksimal sehingga akan meningkatkan keuntungan usahatani. Bagi pemerintah daerah atau Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Temanggung sangat diharapkan mampu memberikan pelatihan dan bantuan kepada petani kopi guna meningkatkan efisiensi dan keuntungan usahatani kopi arabika. Kata kunci : Usahatani, Kopi Arabika, Efisiensi, Keuntungan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Kledung's Coffee plantation is the largest Arabica coffee producer in Temanggung Regency, but over the last few years, it has experienced fluctuations in production yields with land areas that tend to remain stable. This study aims (1) to analyze the efficiency of Arabica coffee farming in the Kledung District. (2) to analyze the level of profit obtained by farmers in Arabica coffee farming in Kledung. Research method that is used in this research is quantitative research. Furthermore, sampling method that is used in this research is simple random sampling with total population is 1,319 people and number of samples is 92 people and questionnaire data collection. Based on the data analysis using efficiency tests (R / C ratio) and farm profit analysis, the results showed that: (1) Arabica coffee farming in Kledung has an average efficiency value of 2.04 with an efficiency value of 2.78 on an area of ≤1000 m2 and an efficiency value of 2.19 and 1.29 in an area land of 1001-1500 m2 and a land area of >1500m2. (2) The profit of Arabica coffee plantation in Kledung, is Rp1,139,540,500 and the profit of <1000m2 coffee plantation area is Rp374,610,405, the profit of 1001-1500 m2 coffee plantation area and the >1500 m2 is amounting to Rp. 168,403,283 and Rp. 54,458,735. It can be concluded that the Arabica coffee business in Kledung has achieved the highest efficiency in 1,000 m2 plantation area and with the highest level of profit in 1001-1500 m2 plantation area. The implications related to the efficiency and profitability of farming in Kledung shows that, farmers should make optimal crop maintenance such as regular fertilization twice a year, unnecessary branch cutting, and rejuvenating plants that are not productive or more than 15 years old in order to obtain the best result. Furthermore, it will increase the profitability of farming. It is expected that the regional government or department of agriculture can provide training and assistance to coffee farmers in order to increase the efficiency and the profit of Arabica coffee plantation. Keywords: Farming, Arabica Coffee, Efficiency, Profit |
| Kata kunci | Usahatani, Kopi Arabika, Efisiensi, Keuntungan |
| Pembimbing 1 | Dra. Nunik Kadarwati, M. Si |
| Pembimbing 2 | Irma Suryahani, S.E. M. Si |
| Pembimbing 3 | Istiqomah, S.E. M. Sc. Ph. D |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2020-08-20 19:40:23.040482 |