Artikel Ilmiah : B1A016044 a.n. BELLA AJENG AYU KIRANA

Kembali Update Delete

NIMB1A016044
NamamhsBELLA AJENG AYU KIRANA
Judul ArtikelPERSENTASE PENYAKIT YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR PADA BUAH CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang penting dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan cabai merah kian hari terus meningkat karena banyaknya yang memanfaatkan sebagai bahan dasar untuk pembuatan berbagai jenis makanan. Cabai merah juga banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan dan farmasi. Penduduk di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga umumnya berprofesi sebagai petani. Para petani mengalami beberapa kendala dalam meningkatkan produksi tanaman cabai merah (C. annuum L.) karena adanya organisme pengganggu tanaman seperti hama dan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis penyakit yang disebabkan oleh jamur pada buah cabai merah (C. annuum L.), mengetahui jamur yang menyebabkan penyakit pada buah cabai merah (C. annuum L.) serta mengetahui besarnya nilai persentase penyakit yang disebabkan oleh jamur pada buah cabai merah (C. annuum L.) di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survai dengan pengambilan sampel secara random sampling pada 2 lokasi berbeda di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identifikasi penyakit dilakukan dengan melihat tanda dan gejala. Identifikasi jamur dilakukan dengan melihat karakterisitik secara mikroskopis dan makroskopis, kemudian dihitung persentase penyakit pada buah cabai merah (C. annuum L.), selanjutnya dilakukan uji Postulat Koch. Hasil penelitian ini diperoleh satu jenis penyakit yang terdapat pada buah cabai merah (C. annuum L.) di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga yaitu penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp. Persentase penyakit antraknosa yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sp sebesar 51,1%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Red chili (Capsicum annuum L.) is one of the important horticultural plants in everyday life. The need for red chili continues to increase every day because of the many who use it as a basic ingredient for the manufacture of various types of food. Red chili is also widely used as a raw material for the food and pharmaceutical industry. Residents in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency generally work as farmers. Farmers experience several obstacles in increasing the production of red chili (C. annuum L.) due to plant-disturbing organisms such as pests and pathogen. This research aims to determine the type of disease caused by fungi in red chili (C. annuum L.), know the fungi that causes disease in red chili (C. annuum L.) as well as knowing the value of the percentage of diseases caused by fungi in red chili (C. annuum L.) in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. This research was conducted using a survey method for random sampling at two different locations in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. Disease identification is done by looking at the signs and symptoms. Fungi identification is done by looking at microscopic and macroscopic characteristics, then calculated the percentage of disease in red chili (C. annuum L.), furthermore, the Koch Postulate Test was conducted. The results of this research obtained a disease contained in red chili (C. annuum L.) in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, which is an anthracnose disease caused by the Colletotrichum sp. fungi. The percentage of anthracnose disease caused by the Colletotrichum sp. fungi by 51.1%.
Kata kunciDisease, Fungi, Red chili (Capsicum annuum L.).
Pembimbing 1Drs. Eddy Tri Sucianto, M.P.
Pembimbing 2Drs. Aris Mumpuni, M.Phil.
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2020-08-06 06:08:03.859257
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.