| NIM | E1A116071 |
| Namamhs | FEMBRI DHIAS PRASTIKTA |
| Judul Artikel | TEKNIK PENYIDIKAN TERHADAP TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA TERKAIT KASUS PENEMUAN 4 (EMPAT) KERANGKA MAYAT DI DESA PASINGGANGAN BANYUMAS (STUDI KASUS DI POLRES BANYUMAS) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Hukum pidana sebagai hukum materiil harus dibuktikan kebenarannya yakni dengan menggunakan hukum acara pidana sebagai hukum formilnya. Penelitian ini bersumber dari adanya kasus penemuan 4 (empat) kerangka mayat di Desa Pasinggangan Banyumas dengan meneliti tentang bagaimana teknik penyidikan terhadap tindak pidana pembunuhan berencana terhadap kasus tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui teknik penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Kepolisian Resor Banyumas dan mengetahui hambatan apa saja yang dialami oleh Penyidik Kepolisian Resor Banyumas selaku pihak yang melakukan penyidikan terhadap kasus ini. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder. Peneliti menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual yang merupakan metode pendekatan dalam penelitian hukum normatif. Sumber data yang digunakan data sekunder yang bersumber dari bahan hukum primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan serta dengan wawancara. Analisis bahan hukum secara normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penyidikan telah sesuai dengan prosedur sebagaimana tercantum dalam Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 Tentang Penyidikan Tindak Pidana yakni dimulai dari tahap penyelidikan, dimulainya penyidikan, upaya paksa, pemeriksaan, penetapan tersangka, pemberkasan, penyerahan berkas perkara sampai penyerahan tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum. Hanya terdapat beberapa kegiatan yang tidak dilakukan seperti dalam penyelidikan yakni hanya berupa pengolahan TKP, pengamatan, dan wawancara serta pemeriksaan pada tahap upaya paksa tidak dilakukan. Selain itu, penyidik juga mengalami beberapa hambatan ketika melakukan penyidikan berupa kurang lengkapnya sarana dan fasilitas berupa laboratorium tes DNA dan minimnya keterangan saksi serta faktor waktu yang lama sehingga mengakibatkan kerusakan pada bukti yang ditemui. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Criminal law as a material law must be examined and verified by using the criminal procedure law as its formal law. The research resource is gotten based on the discovery case of 4 (four) corpses in the Village of Pasinggangan Banyumas by examining how the investigation techniques of criminal acts of the premeditated murder of the case. The purpose of this study is to find out the investigation techniques conducted by the Banyumas District Police Investigator and to identify the obstacles which are experienced by the Banyumas District Police Investigator. This type of research is normative juridical research that is conducted by examining secondary data. Researchers use a legal approach, a case approach, and a conceptual approach which is a method of approach in normative legal research. Source of data used secondary data sourced from primary and secondary legal materials. Data collection techniques using literature study as well as with interviews. Analysis of normative qualitative legal materials. The results of this study indicate that the investigation has been carried out by the procedures as stated in the Regulation of the Head of the Indonesian National Police Number 6 of 2019 concerning Criminal Investigation, which starts from the investigation stage, the commencement of an investigation, forced efforts, examination, determination of suspects, filing, submission of case files until the surrender of the suspect and evidence to the public prosecutor. There are only several activities that were not carried out as in the investigation namely only in the form of processing the crime scene, observation, and interviews as well as examinations at the stage of forced effort not carried out. Besides, investigators also experienced several obstacles when conducting investigations in the form of incomplete facilities and facilities in the form of DNA testing laboratories and the lack of witness testimonies and long time factors that resulted in damage to the evidence found. |
| Kata kunci | Teknik Penyidikan, Pembunuhan Berencana, Hambatan |
| Pembimbing 1 | Haryanto Dwiatmojo, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Drs. Antonius Sidik Maryono, S.H., M.S. |
| Pembimbing 3 | Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H. |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 25 |
| Tgl. Entri | 2020-08-04 19:01:07.462293 |
|---|