| NIM | F1A013040 |
| Namamhs | ANI TRI UMAYANI |
| Judul Artikel | Stereotype Masyarakat Terhadap Muslimah Salafi Bercadar di Desa Larangan Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan stereotype masyarakat terhadap muslimah salafi bercadar. Penelitian ini dilaksanakan di desa Larangan, kecamatan Pengadegan, kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian berjumlah tujuh orang yang ditentukan dengan menggunakan purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi serta data sekunder yaitu data dari buku, literatur, jurnal penelitian, dan skripsi yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa stereotype masyarakat terhadap muslimah salafi bercadar di Desa Larangan meliputi berlebihan dalam berjilbab (baik dari segi model, bahan, dan harga), cadar dianggap kurang layak dipakai di Indonesia, cadar ke arab-arab an, perempuan salafi eksklusif keluar jika ada perlu saja, Islam kuno yg mengelompok dan kajiannya sendiri, dianggap anti dengan kelompok lain (pkk dan posbindu tidak ikut) dianggap "merasa paling benar, paling suci, suka membid'ahkan", kurang berorganisasi dengan masyarakat dan memecah belah masyarakat. Stereotype masyarakat terhadap muslimah salafi bercadar terjadi di Desa Larangan karena Perempuan salafi sangat tertutup untuk pergaulan ke luar, silaturahmi terhadap kelompok NU dan Muhammadiyah kurang, cenderung menyendiri tidak mau ngerumpi, dalam kehidupan sehari-hari tidak mau main, melakukan kegiatan sosial hanya sekedarnya, lebih intens hanya dengan kelompoknya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This studi is to reveal the stereotypes of society towards veiled Salafi Muslim women. This research was carried out in Larangan Village, Pengadegan District, Purbalingga Regency. The method used is descriptive qualitative. The target of the study were seven people who were determined by using purposive sampling. Data obtained through interviews, observation and documentation as well as secondary data that is data from books, literature, research journals, and theses relating to the research theme. The results of this study indicate that community stereotypes of veiled Salafi Muslim women in the village of Larangan include excessive veiling (both in terms of models, materials, and prices), the veil is considered inappropriate for use in Indonesia, veil to the Arabs, exclusive salafi women. out if there is a need, ancient Islam, group and study themselves, are considered anti with other groups, pkk and posbindu do not participate, are considered "feel the most right, most sacred, like to blame", lack of organization with the community, divide the community. Community stereotypes of veiled Salafi Muslim women occur in Larangan Village because Salafi women are very closed to outreach, friendship between NU and Muhammadiyah groups is less, tends to be solitary, they don't want to huddle, in daily life they don't want to play, they do social activities only modestly, more intense only with his group. |
| Kata kunci | stereotype, masyarakat, muslimah salafi bercadar |
| Pembimbing 1 | Dra. Tri Rini Widyastuti, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Elis Puspitasari, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Rahmad Santosa, MS |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2020-08-01 21:29:56.254097 |
|---|