Artikel Ilmiah : F1F016040 a.n. NAFARANI GUSWANTI

Kembali Update Delete

NIMF1F016040
NamamhsNAFARANI GUSWANTI
Judul ArtikelOlimpiade Pyeongchang 2018 Sebagai Peluang Reunifikasi di Semenanjung Korea
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian yang berjudul “Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 Sebagai Peluang Reunifikasi di Semenanjung Korea” disusun berdasarkan penyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018 yang menjadikan Korea Selatan sebagai tuan rumah. Dalam kesempatan itu Korea Selatan mengajak Korea Utara untuk berpartisipasi dalam olimpiade. Interaksi yang tercipta diantara Korea Selatan dan Korea Utara kemudian menciptakan perdamaian dan peluang reunifikasi di Semenanjung Korea. Penelitian ini dianalisis menggunakan konsep Soft Power Diplomacy Joseph Nye dan mekanisme Sport Diplomacy oleh Havard Mokleiv Nygard dan Scott Gates.
Olimpiade merupakan salah satu momentum untuk menjalin hubungan baik antar negara dan kesempatan negara untuk menyampaikan kepentingan negaranya. Begitu pula dalam penyelenggaraan Olimpiade Pyeongchang 2018 ini, Korea Selatan memadukan sumber Soft Power yaitu event olahraga dan hiburan untuk menjalin hubungan baik dengan negara – negara terutama Korea Utara dan menciptakan peluang reunifikasi yang berbeda di Semenanjung Korea. Upaya Korea Selatan dalam penyelenggaraan Olimpiade Pyeongchang 2018 ini menggunakan mekanisme Sport Diplomacy yang berupa pembangunan citra (image building), pembangunan platform dialog (building a platform for dialogue), pembangunan kepercayaan (trust-building), dan terakhir rekonsiliasi, integrasi dan anti rasisme (reconciliation, integration and anti-racism). Berdasarkan data yang diperoleh penulis, Korea Selatan menjadikan Olimpiade Pyeongchang 2018 menjadi “Peace Olympic”dan interaksi dalam event olahraga berlanjut menjadi pembicaraan delegasi tingkat tinggi antara Korea Selatan dan Korea Utara. Mekanisme Sport Diplomacy tercapai hingga terciptanya rekonsiliasi dan perjanjian damai yang mengakhiri konflik di Semenanjung Korea.
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract

The research entitled "2018 Pyeongchang Olympics as Reunification Opportunities in the Korean Peninsula" compiled based on the holding of the 2018 Pyeongchang Winter Olympics which made South Korea as the host country. On that opportunity, South Korea invited North Korea to participate in the Olympics. The interaction that created between South and North Korea then creates peace and opportunities for reunification in the Korean Peninsula. This research was analyzed using the concept of Soft Power Diplomacy by Joseph Nye and Sport Diplomacy mechanism by Havard Mokleiv Nygard and Scott Gates.
Olympics is one of the momentum to establish relations between countries and the country's opportunity to convey the interests of their country. Likewise, in this 2018 Olympics Pyeongchang, South Korea use their Soft Power source that combines sports and entertainment events to establish good relations with another countries , especially North Korea and creating different way of opportunities for reunification in the Korean Peninsula. South Korea's efforts in organizing the 2018 Pyeongchang Olympics use the Sport Diplomacy mechanism in the form of Image building, Building a platform for dialogue, Trust-building, and Reconciliation, integration and anti-racism. According to the data, South Korea turned the 2018 Pyeongchang Olympics into a "Peace Olympic" and interaction in sport events continued to be a discussion of high-level delegations between South and North Korea. The Sport Diplomacy mechanism was reached until reconciliation and a peace agreement that ended the conflict in the Korean Peninsula.
Kata kunciOlimpiade Pyeongchang 2018, Soft Power Diplomacy, Sport Diplomacy, Reunifikasi, Semenanjung Korea
Pembimbing 1Tundjung Linggarwati, S.IP., M.Si.
Pembimbing 2Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP., M.Soc.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman37
Tgl. Entri2020-07-28 15:02:48.003031
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.