Artikel Ilmiah : F1A016085 a.n. KRISNA PAMUNGKAS
| NIM | F1A016085 |
|---|---|
| Namamhs | KRISNA PAMUNGKAS |
| Judul Artikel | ORIENTASI SEKSUAL PRIA PENATA RIAS DI KECAMATAN REMBANG KABUPATEN PURBALINGGA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pria penata rias merupakan seorang pria yang berprofesi sebagai penata rias. Banyak macam dari kegiatan tata rias seperti tata rias kecantikan, tata rias pengantin, tata rias wajah, dan berbagai tata rias lainnya. Di Indonesia seorang pria penata rias masih belum dapat diterima oleh masyarakat pada umumnya. Peneliti melihat bahwa para pria penata rias selalu mendapat stereotype antara lain dikatakan sebagai laki-laki feminin, kemayu dan memiliki orientasi seksual sejenis atau homoseksual. Penelitian ini berusaha mengungkap salah satu stereotype yang selalu melekat pada pria penata rias yaitu orientasi seksual yang mereka miliki serta faktor yang melatarbelakangi pemilihan orientasi seksual mereka. Rumusan masalah penelitian ini antara lain: Faktor apa yang melatarbelakangi pemilihan orientasi seksual pria penata rias di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga dan bagaimanakah orientasi seksual pria penata rias di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif. Sumber data penelitian terdiri dari sumber data primer yaitu, dua pria penata rias (utama) dan dua pelanggan salon (pendukung). Sumber data sekunder berasal dari dokumentasi dan kepustakaan melalui buku, media cetak dan internet. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling dan teknik keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, sedangkan untuk menganalisis data yang telah terkumpul yaitu dengan teknik analisis data dengan pedoman analisis interaktif Miles dan Huberman dengan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) faktor yang melatarbelakangi pemilihan orientasi seksual pria penata rias di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga antara lain: Pertama, proses perkembangan yang meliputi pengalaman traumatik, ketiadaan figur ayah serta ketidaknyamanan peran gender. Kedua, sosial budaya yang meliputi teman sebaya (peer) dan keluarga/pola asuh. 2) Pria penata rias di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga memiliki orientasi seksual yang sejenis atau homoseksual/gay. Hubungan seksual dilakukan dengan para pelanggaan salonnya dengan cara oral seks, anal seks dan jepit paha. Motif dalam melakukan hubungan seksual atas dasar dorongan seksual dan kebutuhan materi atau uang. Pria penata rias Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga merupakan gay bertipe bottom sedangkan tipe pasangan homoseksual bertipe terbuka, selain itu mereka juga telah melakukan proses coming out atau mengidentifikasi dirinya sebagai homoseksual ke publik. Komunikasi non-verbal (dalam personal front) ditunjukkan melalui simbol-simbol untuk merayu pelanggannya meliputi simbol sikap dan perilaku, simbol gerak tubuh dan simbol gaya (manner) dan penampilan (appearance). Sedangkan dalam panggung belakang (personal back) pria penata rias di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga cenderung tidak bisa menjaga sikap dan perilaku, gestur tubuh serta gaya dan penampilannya yang seperti seorang perempuan. Mereka akan berjalan, tertawa, berpenampilan dan bersikap santai layaknya laki-laki pada umumnya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The makeup artists male is a man who works as a makeup artist. There are many kinds of make up activities such as make up, bridal make up, face make up, and various other make up. In Indonesia, a makeup artist man is still not acceptable to the general public. Researchers see that makeup artists always get stereotypes, among other things, are said to be feminine, chemically male and have a sexual orientation or homosexual. This study tries to uncover one of the stereotypes that are always attached to makeup artists man, namely the sexual orientation they have and the factors underlying their sexual orientation selection. The formulation of the problem of this study include: What factors are behind the selection of male sexual makeup artists in Rembang District, Purbalingga Regency and how is the sexual orientation of male makeup artists in Rembang District, Purbalingga Regency. This research uses a qualitative-descriptive method. Sources of research data consisted of primary data sources namely, two makeup artists (main) and two salon customers (supporters). Secondary data sources come from documentation and literature through books, print media and the internet. Data collection techniques by observation, interview, documentation. The sampling technique used is snowball sampling and the data validity technique uses source triangulation technique, whereas to analyze the data that has been collected is the data analysis technique with interactive analysis guidelines for Miles and Huberman with 4 stages namely data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions . The results showed that 1) the factors underlying the selection of male sexual makeup artists in Rembang Subdistrict, Purbalingga District include: First, the development process which includes traumatic experience, the absence of a father figure and the discomfort of gender roles. Second, social culture that includes peers (peer) and family / parenting. 2) Makeup artists in Rembang Subdistrict, Purbalingga Regency have the same sexual orientation or are homosexual / gay. Sexual intercourse is carried out with the customers of her salon by oral sex, anal sex and thigh clips. The motive for sexual intercourse is based on sexual urges and material or financial needs. The makeup artist from Rembang Subdistrict, Purbalingga Regency is a gay of the bottom type while the type of homosexual couple is an open type, in addition they also have a process of coming out or identifying themselves as homosexuals to the public. Non-verbal communication (in the personal front) is shown through symbols to seduce customers including attitudes and behavior symbols, gestures and manner symbols and appearance. Whereas in the back stage (personal back), the makeup artist in Rembang Subdistrict, Purbalingga Regency tends to not be able to maintain the attitudes and behavior, body gestures and style and appearance that is like a woman. They will walk, laugh, look and be relaxed like men in general. |
| Kata kunci | Pria Penata Rias, Orientasi Seksual, Homoseksual |
| Pembimbing 1 | Dr. Rawuh Edy Priyono, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Tyas Retno Wulan S, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dra. Rin Rostikawati, M.Si. |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2020-07-28 12:16:47.984465 |