| NIM | A1D016043 |
| Namamhs | SONARIA ORYZA SATIVA FITRIANTHI |
| Judul Artikel | Respon Pertumbuhan Stek Batang Melati Gambir (GAMBIR (Jasminum officinale L.) pada Konsentrasi dan Lama Perendaman Zat Pengatur Tumbuh Alami |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) ekstrak kecambah kacang hijau dan air kelapa, mendapatkan lama perendaman yang paling baik, serta mendapatkan kombinasi konsentrasi dan lama perendaman yang paling baik terhadap pertumbuhan stek batang melati gambir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2020 di lahan perumahan Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap. Faktor pertama, yaitu K0 = 0 mL/L, K1 = 150 mL/L (ektrak kecambah kacang hijau : air kelapa muda (1 : 1)), K2 = 300 mL/L (ektrak kecambah kacang hijau : air kelapa muda (2 : 1)), K3 = 450 mL/L (ektrak kecambah kacang hijau : air kelapa muda (3 : 2)). Faktor kedua, yaitu L0, L1, L2 (2, 4, dan 6 jam perendaman). Data dianalisis dengan uji F, dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menujukkan bahwa konsentrasi dan lama perendaman tidak menujukkan hasil yang nyata. Kombinasi antara konsentrasi dan lama perendaman menghasilkan hasil yang berbeda nyata, pada konsentrasi ZPT alami 0 ml/l dengan lama perendaman 6 jam mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman sebesar 16,2 cm, panjang tunas sebesar 7,366 cm, dan jumlah akar sebanyak 3,333 buah. Konsentrasi ZPT alami 150 ml/l dengan lama perendaman 2 jam mampu meningkatkan pertambahan jumlah daun sebanyak 20,538 helai. Konsentrasi ZPT alami 300 ml/l dengan lama perendaman 6 jam mampu meningkatkan bobot setek basah sebesar 2,624 g, dan konsentrasi ZPT alami 0 ml/l dengan lama perendaman 2 jam mampu meningkatkan bobot setek kering sebesar 1,692 g. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) ekstrak kecambah kacang hijau dan air kelapa, mendapatkan lama perendaman yang paling baik, serta mendapatkan kombinasi konsentrasi dan lama perendaman yang paling baik terhadap pertumbuhan stek batang melati gambir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai April 2020 di lahan perumahan Desa Karangjambe, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap. Faktor pertama, yaitu K0 = 0 mL/L, K1 = 150 mL/L (ektrak kecambah kacang hijau : air kelapa muda (1 : 1)), K2 = 300 mL/L (ektrak kecambah kacang hijau : air kelapa muda (2 : 1)), K3 = 450 mL/L (ektrak kecambah kacang hijau : air kelapa muda (3 : 2)). Faktor kedua, yaitu L0, L1, L2 (2, 4, dan 6 jam perendaman). Data dianalisis dengan uji F, dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test). Hasil penelitian menujukkan bahwa konsentrasi dan lama perendaman tidak menujukkan hasil yang nyata. Kombinasi antara konsentrasi dan lama perendaman menghasilkan hasil yang berbeda nyata, pada konsentrasi ZPT alami 0 ml/l dengan lama perendaman 6 jam mampu meningkatkan pertambahan tinggi tanaman sebesar 16,2 cm, panjang tunas sebesar 7,366 cm, dan jumlah akar sebanyak 3,333 buah. Konsentrasi ZPT alami 150 ml/l dengan lama perendaman 2 jam mampu meningkatkan pertambahan jumlah daun sebanyak 20,538 helai. Konsentrasi ZPT alami 300 ml/l dengan lama perendaman 6 jam mampu meningkatkan bobot setek basah sebesar 2,624 g, dan konsentrasi ZPT alami 0 ml/l dengan lama perendaman 2 jam mampu meningkatkan bobot setek kering sebesar 1,692 g. |
| Kata kunci | Zat pengatur tumbuh alami, ekstrak kecambah kacang hijau, air kelapa, stek batang |
| Pembimbing 1 | Ir. G.H. Sumartono, M.S., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Etik Wukir Tini, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2020-07-23 17:19:33.427006 |
|---|