Artikel Ilmiah : A1D016229 a.n. ZAQIATUL FAKHIROH
| NIM | A1D016229 |
|---|---|
| Namamhs | ZAQIATUL FAKHIROH |
| Judul Artikel | UJI VIABILITAS DAN VIRULENSI Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi ISOLAT BOYOLALI DAN TEMANGGUNG SETELAH DISIMPAN TUJUH BELAS TAHUN DALAM TANAH STERIL |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui viabilitas dan virulensi F. oxysporum f.sp. zingiberi setelah disimpan tujuh belas tahun dalam tanah steril. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, mulai Oktober 2019 hingga Maret 2020. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk uji daya tumbuh, dan Rancangan Acak Kelompok untuk uji in vivo pada rimpang jahe. Perlakuan yang dicoba sebanyak 22 perlakuan yang terdiri atas 21 perlakuan inokulasi F. oxysporum f.sp. zingiberi isolat dari Boyolali dan Temanggung, yaitu TKO1, TKO2, TKO3, TKO4, TKO5, TKO6, TKO7, TKO8, TKb, TPO1, TPO2, TPO3, TPO4, TPO5, BAO1, BAO2, BAO4, BAO6, BAO7, BAO8, BAC serta kontrol dengan masing-masing 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah warna koloni, diameter koloni, bentuk makrokonidium dan mikrokonidium, waktu pertumbuhan, berat kering miselium, kepadatan konidium, masa inkubasi, luas serangan pada rimpang, selisih bobot basah rimpang, dan indeks sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat F. oxysporum f.sp. zingiberi asal Temanggung dan Boyolali masih tumbuh dengan baik pada medium PDA dan tumbuh memenuhi cawan Petri antara 11-36 hari. Isolat F. oxysporum f.sp. zingiberi tersebut masih mampu menimbulkan gejala busuk rimpang setelah diinokulasi ke rimpang jahe gajah tetapi mengalami penurunan virulensi yang ditandai dengan semakin lamanya masa inkubasi yaitu 6-12 hari atau menurun sekitar 35,69% dibandingkan dengan masa inkubasi isolat jamur pada penyimpanan selama enam tahun dan semakin kecilnya luas serangan patogen yaitu 67,33-138 mm2 atau menurun sekitar 220,54% dibandingkan dengan virulensi isolat jamur pada penyimpanan selama enam tahun. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research aimed to determine viability and virulence of F. oxysporum f.sp. zingiberi after storage for seventeen years in sterile soils. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, from October 2019 to March 2020. Descriptive method and randomized block design were used in viability and virulence tests, respectively. For virulence test, the treatments were control, TKO1, TKO2, TKO3, TKO4, TKO5, TKO6, TKO7, TKO8, TKb, TPO1, TPO2, TPO3, TPO4, TPO5, BAO1, BAO2, BAO4, BAO6, BAO7, BAO8, BAC and three replications. Variables observed were colony color, colony diameter, macroconidium and microconidium shape, growth time, mycelium dry weight, conidium density, incubation period, area of attack on the rhizome, difference in rhizome wet weight, and waste index. Result of the research showed that all isolates of F. oxysporum f.sp. zingiberi from Temanggung and Boyolali still grew well on a PDA medium with duration between 11-36 days. All isolates of F. oxysporum f.sp. zingiberi is still able to cause dry rot symptoms after inoculation into ginger rhizome its virulence decreased indicated by the longer incubation period of 6-12 days or decreased 35,69% compared to the virulence of fungal isolates after storage for six years and extent of pathogen attack as 67.33-138 mm2 or decreased 220.54% compared to the virulence of fungal isolates after storage for six years. |
| Kata kunci | Fusarium oxysporum f.sp. zingiberi, tanah steril, viabilitas, virulensi |
| Pembimbing 1 | Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Woro Sri Suharti, S.P., M.P., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2020-07-16 14:50:57.410651 |