Artikel Ilmiah : F1C016014 a.n. RANI NUR'AENI KHAIRUNNISA
| NIM | F1C016014 |
|---|---|
| Namamhs | RANI NUR'AENI KHAIRUNNISA |
| Judul Artikel | MENGUNGKAP IDEOLOGI FEMINISME RADIKAL DALAM NOVEL BIRU KARYA FIRA BASUKI |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan di ranah publik maupun media massa. Perempuan seringkali dijadikan sebagai objek kekerasan seksual. Perempuan juga terjerat dengan budaya patriarki, yang mana dominasi pria lebih menonjol dibanding dirinya. Seperti di dalam novel “Biru” karya Fira Basuki, pengarang menggambarkan perempuan sebagai pihak yang lemah dan mudah terbujuk rayu. Berdasarkan analisis keseluruhan isi novel, yang dianalisis menggunakan metode analisis wacana kritis Sara Mills, ditemukan (1) Ideologi lain selain ideologi Feminisme Radikal di dalam novel. Namun, peneliti membatasi penelitian hanya pada ideologi Feminisme Radikal. (2) Terdapat ketidakadilan gender yang dirasakan oleh masing-masing tokoh. Bentuk ketidakadilan gender tersebut meliputi: subordinasi, pembentukan stereotipe dan kekerasan. (3) Kekerasan seksual tidak sepenuhnya salah laki-laki, perempuan juga ikut disalahkan karena dengan mudahnya terbujuk rayu dan dengan mudahnya menuruti apa pun yang laki-laki inginkan. Misalnya pada tokoh Kira, Candy, Lindih, dan Mita. (4) Posisi subjek yang digambarkan dalam novel “Biru” karya Fira Basuki diceritakan oleh masing-masing tokoh perempuan. Sementara, posisi objek dalam novel adalah tokoh laki-laki yang diceritakan oleh ke-enam tokoh perempuan yang tertindas. (5) Pada posisi pembaca dalam penelitian ini, diikutsertakan untuk menunjukkan apa yang dirasakan oleh masing-masing tokoh tentang bagaimana keresahannya ketika mereka tertindas dan hanya dijadikan objek seksual saja. Pembaca turut menyalahkan perempuan yang tidak bisa menjauhi hal-hal yang berpotensi kekerasan seksual kepada dirinya, yang mana dalam novel ini digambarkan oleh karakter Candy, Lindih dan Mita. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research is motivated by the many cases of violence against women in the public and mass media. Women are often used as objects of sexual violence. Women are also entangled with patriarchal culture, where male domination is more prominent than her. As in the novel "Biru" by Fira Basuki, the author portrays women as a weak and easily persuaded party. Based on the overall analysis of the contents of the novel, which was analyzed using the analysis method of Sara Mills's critical discourse, found (1) Ideologies besides the ideology of Radical Feminism in the novel. However, researchers limit research only to the ideology of Radical Feminism. (2) There are gender inequalities felt by each character. The forms of gender injustice include: subordination, formation of stereotypes and violence. (3) Sexual violence is not entirely the fault of men, women are also blamed for being easily persuaded and easily obeying whatever men want. For example in the characters Kira, Candy, Lindih, and Mita. (4) The position of the subject depicted in the novel "Blue" by Fira Basuki is told by each female character. Meanwhile, the position of the object in the novel is a male character told by the six oppressed female characters. (5) In the position of the reader in this study, included to show what is felt by each character about how anxious when they are oppressed and only used as sexual objects. The reader also blames the woman for not being able to stay away from things that have the potential for sexual violence, which in this novel is portrayed by the characters Candy, Lindih and Mita. |
| Kata kunci | Kata Kunci : Feminisme Radikal, Ketidakadilan Gender, Sara Mills. |
| Pembimbing 1 | Tri Nugroho Adi, S.sos, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dra. Dwi Pangastuti Marhaeni, M.Si |
| Pembimbing 3 | Dr. Mite Setiansah, S.IP, M.Si |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 168 |
| Tgl. Entri | 2020-07-14 14:19:08.439494 |