Artikel Ilmiah : E1A015197 a.n. REZA AGENG YUDHISTIRA

Kembali Update Delete

NIME1A015197
NamamhsREZA AGENG YUDHISTIRA
Judul ArtikelPEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN PEMBERATAN (Studi Putusan No.190/Pid.B/2019/Pn.Pwt)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia adalah negara hukum, artinya segala tindakan yang dilakukan oleh
setiap masyarakat Indonesia harus berdasarkan hukum yang berlaku di negara ini.
Setiap perbuatan dan tindakan yang melanggar hukum akan mendapatkan sanksi yang
tegas. Sebagai contoh dalam penelitian ini adalah kasus pencurian dengan pemberatan
(yang dilakukan pada malam hari), telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum
Pidana (KUHP) yaitu dikenakan Pasal 363 ayat (1) dan dikenakan pidana penjara
paling lama sembilan tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
pembuktian dan alat bukti yang dipakai oleh jaksa untuk membuktikan dakwaan
tunggal dalam perkara pencurian dengan pemberatan dalam putusan perkara Nomor :
190/Pid.B/2019/PN.Pwt, dan untuk mengetahui aspek yang menjadi pertimbangan
Hakim dalam menjatuhkan putusan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian
yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Data
dalam penelitian ini berasal dari data sekunder yang disusun secara sistematis dan
dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan
pembahasan, dapat disimpulkan bahwa terdakwa telah terbukti melakukan pencurian
dengan pemberatan. Para terdakwa oleh penuntut umum didakwa dengan bentuk
dakwaan tunggal sudah tepat, karena terdakwa Khanafi Als. Afi Bin Saefudin Nusi dan
Darsono Als. Sono Bin Saheni hanya dikenai dengan satu perbuatan saja tanpa diikuti
dengan dakwaan-dakwaan lain. Hakim yang memeriksa dan memutus perkara ini juga
sudah mempertimbangkan aspek Kepastian, Keadilan, dan Kemanfaatan Hukum.
Abtrak (Bhs. Inggris)Indonesia is a state of law, meaning that all actions taken by every Indonesian
community must be based on the laws in force in this country. Every act and action that
violates the law will get strict sanctions. As an example in this study is a case of theft
by weighting (which was carried out at night), has been regulated in the Criminal Code
(KUHP) that is subject to Article 363 paragraph (1) and imposed a maximum of nine
years in prison. The purpose of this study is to find out the evidence and evidence used
by prosecutors to prove a single indictment in a theft case with a weighting in a case
ruling Number: 190 / Pid.B / 2019 / PN.Pwt, and to find out the aspects considered by
the Judge in dropping the ruling. This research is a normative juridical research with
a legislative approach and a case approach. The data in this study came from
secondary data that was systematically compiled and analyzed by qualitative
normative methods. Based on the results of research and discussion, it can be
concluded that the defendant has been proven to have committed theft by weighting.
The defendants by the public prosecutor were charged with a single indictment form is
appropriate, because the defendant Khanafi Als. Afi Bin Saefudin Nusi and Darsono
Als. Sono Bin Saheni was only charged with one act without being followed by other
charges. The judge examining and deciding this case also considered aspects of
Certainty, Justice, and Legal Use.
Kata kunciPembuktian, Dakwaan, Pertimbangan Hakim, Tindak Pidana Pencurian.
Pembimbing 1Sanyoto S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Nurani Ajeng Tri Utami S.H., M.H.
Pembimbing 3Prof. DR. Hibnu Nugroho S.H., M.H.
Tahun2020
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2020-06-30 15:03:06.964538
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.