Artikel Ilmiah : I1C015108 a.n. DAINA YULIANDA
| NIM | I1C015108 |
|---|---|
| Namamhs | DAINA YULIANDA |
| Judul Artikel | Efektivitas Penggunaan Albumin Oral Dibanding Albumin Injeksi Terhadap Peningkatan Kadar Albumin Pasien Sirosis Hati Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Sirosis adalah penyakit kronis yang menyebabkan penurunan konsentrasi albumin dalam darah < 3,5 g/dL karena penurunan sintesis hati akibat nekrosis sel parenkim hati. Hipoalbumin dapat diterapi menggunakan albumin injeksi maupun oral untuk meningkatkan kadar albumin darah pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat presentase penggunaan dan efektivitas albumin oral dibanding albumin injeksi. Metodologi: Penelitian observasional ini dilakukan secara retrospektif dengan mencatat data rekam medik pasien. Metode pengambilan sampel adalah simple random sampling pada pasien sirosis hati yang mengalami hipoalbuminemia dan menerima terapi albumin di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerrto pada periode Januari-Desember 2018. Data dikumpulkan dengan lembar pengumpul data dan dianalisis menggunakan uji statistik T-test Independent untuk melihat perbandingan efektivitas albumin oral dengan albumin injeksi. Hasil Penelitian: Dari 68 pasien sirosis hati yang mengalami hipoalbuminemia didapatkan 25 pasien (36,8%) yang menggunakan albumin oral, sedangkan 43 pasien (63,2%) menggunakan terapi albumin injeksi. Selisih peningkatan kadar albumin pasien yang mnggunakan albumin injeksi lebih tinggi yaitu yaitu 0,1883 ± 0,07924 g/dL dibanding dengan albumin oral yaitu 0,0738 ± 0,03244 g/dL dan p-value <0,05 Kesimpulan: Terapi albumin injeksi lebih efektif dalam meningkatkan kadar albumin darah pasien sirosis hati dan lebih banyak digunakan dibanding dengan albumin oral. Kata Kunci: sirosis hati, hipoalbuminemia, albumin injeksi, albumin oral. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Cirrhosis is a chronic disease that causes a decrease in blood albumin concentration <3.5 g / dL due to decreased synthesis of liver parenchymal cell necrosis. Hypoalbumin can be treated using intravenous or oral albumin to increase a patient's blood albumin levels. The purpose of this study was to look at the percentage of effectivity of oral albumin compared to intravenous albumin. Methodology: This observational study was conducted retrospectively by recording patient medical record data. The sampling method was simple random sampling in patients with liver cirrhosis who had hypoalbuminemia and received albumin therapy at Prof. Hospital Dr. Margono Soekarjo Purwoker in the January-December 2018 period. Data were collection sheet and analyzed using Independent T-test to compared effectivity of oral albumin and intravenous albumin. Results: From 68 liver cirrhosis patients who experienced hypoalbuminemia, 25 patients (36.8%) used oral albumin, while 43 patients (63.2%) used intravenous albumin therapy. Differens in increment in albumin levels in patients using injection albumin was higher 0.1883 ± 0.07924 g / dL compared to oral albumin 0.0738 ± 0.03244 g / dL and p-value <0.05 Conclusion: Albumin intravenous therapy is more effective in increasing blood albumin levels in patients with liver cirrhosis and is more widely used compared to oral albumin. |
| Kata kunci | Kata Kunci: sirosis hati, hipoalbuminemia, albumin injeksi, albumin oral. |
| Pembimbing 1 | Laksmi Maharani, M. Sc., Apt |
| Pembimbing 2 | Masita Wulandari S., M. Sc., Apt |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2020-02-27 10:29:12.982829 |