Artikel Ilmiah : F1F013080 a.n. AEF NANDI SETIAWAN

Kembali Update Delete

NIMF1F013080
NamamhsAEF NANDI SETIAWAN
Judul ArtikelMIMICRY IN KIRAN DESAI’S THE INHERITANCE OF LOSS
Abstrak (Bhs. Indonesia)ABSTRAK
Penelitian ini berjudul” Mimikri dalam novel Kiran Desai The Inheritance of Loss” yang bertujuan untuk menganalisis isu mimikri dalam novel dengan menggunakan metode kualitatif. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel The Inheritance of Loss yang dianalisis menggunakan langkah kerja dari Klukhon dan teori Homi Bhaba.Peneliti menemukan tujuh jenis mimikri dalam novel. Pertama adalah mimikri dalam bahasa dimana Jemubhai dan Sai berhasrat untuk meniru aksen orang Inggris. Kedua mimikri dalam pengetahuan dimana Jemubhai dan Sai berhasrat untuk meniru nilai budaya Eropa melalui pendidikan. Ketiga adalah sistem sosial dimana India tetap mempertahankan sistem politik colonial yang korup meskipun telah merdeka. Keempat peniruan perlengkapan hidup seperti menggunakan sendok dan garpu. Kelima peniruan dalam selera seni sastra dan arsitektur. Keenam peniruan dalam sistem kepercayaan. Terakhir mimikri dalam mata pencaharian.
Kata Kunci: Mimikri, Poskolonial, The Inheritance of Loss, Mimikri dalam Bahasa, Mimikri dalam seni

Abtrak (Bhs. Inggris)This research entitled “Mimicry in Kiran Desai’s The Inheritance of Loss” aimed to analyse the mimicry issues depicted in the novel using qualitative methods.The primary data source of this research is The Inheritance of Loss which analyse through the framework of Kluckhon and Homi Bhaba theory. The researcher found seven types of mimicry in the novel. First is in the language that Jemubhai and Sai desire to adopt a British accent. The second is in knowledge that Jemubhai and Sai adopted western values through education. The third is a social system where Indian still retain British institution after their independence. The fourth is human equipment where Jemubhai and sai adopt knife, fork, gas stove and rifle. The fifth is in art where Jemubhai and Sai have a similar taste like British in literature and architecture. The sixth is a religious system where scientific thought makes Jmeubhai become agnostics. The last is livelihood where Bombhai works as middleman and Biju as imigran worker.
Key Words: Mimicry, Postcolonial, The Inheritance of loss, mimicry in language, mimicry in arts


Kata kunciMimicry, Postcolonial, The Inheritance of loss, mimicry in language, mimicry in arts
Pembimbing 1M.Taufiqurrohman, S.S, M.Hum
Pembimbing 2Lynda Susana, S.S, M.Hum
Pembimbing 3Rosyid Dodiyanto, S.S, M.Hum
Tahun2020
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2020-02-22 22:07:59.007915
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.