Artikel Ilmiah : E1A115043 a.n. BAKHTIAR HADI

Kembali Update Delete

NIME1A115043
NamamhsBAKHTIAR HADI
Judul ArtikelPERAN DIVERSI DALAM PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCURIAN
(Studi Kasus di Polres Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Definisi diversi secara umum yaitu pengalihan sistem peradilan dari dalam proses peradilan ke luar proses peradilan. Diversi mengedepankan penyelesaian melalui musyawarah antara kedua pihak yang berselisih serta didampingi oleh petugas yang berwenang. Penggunaan diversi terdapat di sistem peradilan anak sebagai upaya perlindungan hukum bagi anak yang melakukan tindak pidana. Berdasarkan uraian tersebut yang menjadi pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana peran diversi dalam upaya perlindungan terhadap anak yang melakukan tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta apa sajakah faktor yang menjadi hambatan bagi Penyidik dalam melakukan diversi terhadap anak yang melakukan Tindak Pidana Pencurian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis sosiologis dan menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Polres Banyumas. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data adalah data primer melalui wawancara dan data sekunder berdasarkan undang-undang. Metode penyajian data dengan menggunakan teks naratif yang disusun secara sistematis sebagai kesatuan yang utuh dan metode analisis data secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa peran dari adanya diversi dalam sistem peradilan pidana anak yaitu untuk menghindarkan pelaku anak dari sistem peradilan pidana formal serta diversi dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada pelaku anak sebagai upaya untuk mencegah anak menjadi pelaku kriminal dewasa. Hambatan yang sering dihadapi oleh penyidik di Polres Banyumas diantaranya terkait pihak korban atau masyarakat yang seringkali meminta agar pelaku anak dihukum dengan seberat-beratnya. Hambatan lain yang dihadapi oleh Penyidik yaitu pemahaman masyarakat mengenai diversi yang masih menganggap bahwa apabila terdapat suatu tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang maka harus di proses melalui jalur hukum (pengadilan). Hal tersebut menyebabkan kesulitan tersendiri bagi Penyidik dalam melakukan upaya diversi terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh anak.
Abtrak (Bhs. Inggris)The definition of diversion in general is the transfer of the justice system from within the judicial process to outside the judicial process. Diversi puts forward a settlement through deliberation between the two disputing parties and is accompanied by an authorized officer. The use of diversion is in the juvenile justice system as an effort to protect the law for children who commit a crime. Based on the description, the main problem in this thesis is how the role of diversion is in efforts to protect children who commit crimes regulated in Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Justice System, as well as what are the factors that become obstacles for Investigators in carrying out diversion of children who commit theft The research method used is a sociological juridical approach and uses descriptive research specifications. The location of the study was conducted at the Banyumas Regional Police Station. Types and sources of data used are primary data and secondary data. Data collection methods are primary data through interviews and secondary data based on the law. The method of presenting data using narrative texts that are arranged systematically as a unified whole and qualitative data analysis methods. The results of this study indicate that the role of diversion in the juvenile justice system is to prevent child offenders from the formal criminal justice system and diversion is carried out to provide protection to child offenders in an effort to prevent children from becoming adult criminals. The obstacles that are often faced by investigators in the Banyumas District Police are related to the victims or the community who often ask that the perpetrators of children be punished severely. Another obstacle faced by the Investigator is the public understanding of diversion which still considers that if there is a criminal offense committed by someone then it must be processed through legal channels (court). This causes difficulties for Investigators in diversifying their efforts towards criminal acts committed by children.
Kata kunciDiversi, Penyidik, Tindak Pidana Pencurian
Pembimbing 1Dr. Setya Wahyudi, S.H., M.H.
Pembimbing 2Rahadi Wasi Bintoro, S.H., M.H.
Pembimbing 3Handri Wirastuti Sawitri, S.H., M.H.
Tahun2020
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2020-02-20 13:14:50.140269
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.