Artikel Ilmiah : I1F018016 a.n. YOGI DWI CAHYANTO
| NIM | I1F018016 |
|---|---|
| Namamhs | YOGI DWI CAHYANTO |
| Judul Artikel | HUBUNGAN WAKTU DIALISIS DENGAN UREUM REDUCTION RATIO, HEMODINAMIK DAN FATIGUE PADA PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD WONOSARI |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar belakang: Waktu dialisis merupakan salah satu komponen yang berpengaruh terhadap kecukupan hemodialisis (HD). Kecukupan HD diukur dengan formulasi Ureum Reduction Ratio (URR). Selama HD terjadi pengurangan volume intravaskuler dan perubahan elektrolit yang dapat mempengaruhi hemodinamik. Terapi HD juga membuat pasien merasakan fatigue. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan waktu dialisis dengan URR, hemodinamik dan fatigue pada pasien HD di RSUD Wonosari. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling. Besar sampel yang digunakan sejumlah 52 responden. Alat pengambilan data menggunakan pemeriksaan laboratorium, tensimeter digital, termometer digital, stopwatch, pulse oxymetri dan kuesioner Functional Assessment Chronic Illness Therapy (FACIT) Fatigue scale. Analisis data univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Spearman. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara waktu dialisis dengan URR (p=0,291), ada hubungan yang bermakna antara waktu dialisis dengan frekuensi pernapasan (p=0,020), dan ada hubungan yang bermakna antara waktu dialisis dengan fatigue (p<0,001). Kesimpulan: Waktu dialisis yang semakin lama dapat mempengaruhi penurunan nilai hemodinamik yaitu frekuensi pernapasan, dan dapat meringankan fatigue. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Dialysis time is one component that affects the adequacy of hemodialysis (HD). The adequacy of HD is measured by the formulation of Ureum Reduction Ratio (URR). During HD there is a decrease in intravascular volume and electrolyte changes that can affect hemodynamics. HD therapy also makes patients feel fatigue. This study was conducted to determine the relation between dialysis time and URR, hemodynamics and fatigue in HD patients in Wonosari RSUD. Method: This study used an analytic observational design with a cross sectional approach. Sample selection used total sampling technique. There were 52 respondents as the samples. Data collection tools using laboratory examinations, digital tensimeters, digital thermometers, stopwatches, pulse oxymetry and the Functional Assessment Chronic Illness Therapy (FACIT) questionnaire Fatigue scale. Univariate data analysis with frequency distribution and bivariate analysis with the Spearman test. Results: The results of this study showed that there was no significant relation between dialysis time and URR (p = 0.291), there was a significant relation between dialysis time and respiratory frequency (p = 0.020), and there was a significant relation between dialysis time and fatigue ( p <0.001). Conclusion: The longer dialysis time, the more it can affect the decrease in hemodynamic value, especially the breath frequency, and it can relieve fatigue. |
| Kata kunci | Fatigue, Hemodialisa, Hemodinamik, URR |
| Pembimbing 1 | Atyanti Isworo, M.Kep.,Ners.,Sp.Kep.MB |
| Pembimbing 2 | Agis Taufik, M.Kep.,Ners.,Sp.Kep.MB |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2020 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2020-02-20 06:56:31.876356 |