Artikel Ilmiah : F1F015006 a.n. MOHASYM BUDI SYAHPUTRA
| NIM | F1F015006 |
|---|---|
| Namamhs | MOHASYM BUDI SYAHPUTRA |
| Judul Artikel | KERJASAMA INDONESIA-MALAYSIA DALAM MENANGANI MASALAH PENCEMARAN UDARA LINTAS BATAS (TRANSBOUNDARY HAZE POLLUTION) TAHUN 2010-2015 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia merupakan salah satu penyebab kabut asap yang menjadi masalah pencemaran udara lintas batas(Transboundary Haze Pollution). kebakaran ini selalu terjadi setiap tahunnya pada musim kemarau tanpa ada indikasi kapan akan berakhir. Seperti yang kita ketahui asap kebakaran hutan tidak hanya menyebar ke wilayah Indonesia saja, akan tetapi juga ikut menyebar sampai wilayah negara tetangga Indonesia seperti negara Malaysia dan Singapura. Kabut asap juga memberikan dampak negatif bagi masayarakat seperti, dampak sosial, ekonomi, kesehatan, serta lingkungan. Berbagai kebijakan sudah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia terkait permasalahan ini. Indonesia dan Malaysia juga bekerjasama terkait masalah kabut asap. Adapun sikap ASEAN dalam hal ini merumuskan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP). Perjanjian AATHP dilaksanakan dan ditetapkan di Kuala Lumpur, Malaysia pada tanggal 10 juni 2002. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana kerjasama Indonesia dan Malaysia dalam mengatasi permasalahan kabut asap dengan menggunakan teori kerjasama Internasional. Penulis juga menggunakan konsep kerjasama bilateral dalam menganalisis permasalahan yang ada. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif-eksplanatif. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Forest and land fires that occur in Indonesia are one of the causes of haze which is a problem of Transboundary Haze Pollution. This fire always occurs every year in the dry season without any indication when it will end. As we know, the smoke from forest fires does not only spread to Indonesian territory, but also spreads to neighboring Indonesian regions such as Malaysia and Singapore. Haze also has negative impacts on society, such as social, economic, health and environmental impacts. Various policies have been issued by the Indonesian and Malaysian governments related to this problem. Indonesia and Malaysia also collaborate on the issue of haze. As for ASEAN's stance in this matter formulating the ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP). The AATHP was implemented and established in Kuala Lumpur, Malaysia on June 10, 2002. This study aims to look at the extent of cooperation between Indonesia and Malaysia in overcoming the problem of haze by using the theory of international cooperation. The author also uses the concept of bilateral cooperation in analyzing existing problems. This research uses descriptive qualitative research that is descriptive-explanatory. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Kebakaran, Transboundary Haze Pollution, Indonesia-Malaysia, ASEAN, Kerjasama Internasional, AATHP |
| Pembimbing 1 | Nurul Azizah Zayzda, S.IP., M.A. |
| Pembimbing 2 | Soni Martin Anwar, S.IP., M.A. |
| Pembimbing 3 | Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP., M.Soc. Sc |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2020-02-16 12:15:18.239866 |