Artikel Ilmiah : C1M017006 a.n. TITIK NURMARDYAH

Kembali Update Delete

NIMC1M017006
NamamhsTITIK NURMARDYAH
Judul ArtikelFinancial Performance Analysis Before and After Merger
(Case Study at Woori Saudara Bank)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Skripsi ini berjudul “Analisis Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Merger (Studi Kasus di Bank Woori Saudara)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan bank (CAR, LDR, ROE, EPS dan NPL) sebelum dan sesudah merger pada Woori Saudara Bank. Penelitian ini menggunakan pendekatan dan desain kuantitatif sebagai metode penelitian untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan data sekunder melalui laporan tahunan Bank Woori Saudara dari tahun 2010 hingga tahun 2018. Terdapat lima hipotesis yang diuji dari studi ini, yang mengasumsikan bahwa terdapat perbedaan pada CAR, LDR, ROE, EPS dan NPL dari Bank Woori Saudara sebelum dan sesudah merger.
Hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini menunjukkan bahwa H1 ditolak (tidak ada perbedaan yang signifikan dalam CAR pada Bank Woori Saudara sebelum dan sesudah merger) setelah merger bank memiliki kesenjangan modal yang tinggi. H2 ditolak (tidak ada perbedaan yang signifikan dalam LDR pada Bank Woori Saudara sebelum dan sesudah merger) pertumbuhan pinjaman tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan dana pihak ketiga setelah merger. H3 diterima (ada perbedaan yang signifikan dalam ROE pada Bank Woori Saudara sebelum dan sesudah merger) kemampuan bank untuk mendapatkan laba bersih menjadi semakin menurun setelah aktivitas merger. H4 diterima (ada perbedaan yang signifikan dalam EPS pada Bank Woori Saudara sebelum dan sesudah merger) merger memberikan dampak yang baik dalam segi profitabiltas, terutama dalam EPS. Dengan demikian, nilai EPS bank meningkat setelah melakukan aktivitas merger. H5 ditolak (tidak ada perbedaan yang signifikan dalam NPL pada Bank Woori Saudara sebelum dan sesudah merger) manajemen kredit bank setelah aktivitas merger tidak ada perbedaan yang signifikan.
Implikasi dari kesimpulan di atas adalah bank harus mengambil beberapa strategi seperti menerbitkan right issue dan mengurangi pinjaman untuk menyeimbangkan nilai CAR. Bank harus menyeimbangkan dana pihak ketiga yang dikumpulkan oleh bank sehingga berbanding lurus dengan dana pinjaman untuk menekan nilai LDR. Untuk meningkatkan nilai ROE, strategi bank harus fokus pada kredit perumahan, pendapatan berbasis biaya, dan juga mengurangi biaya overhead. Nilai EPS Bank setelah merger meningkat secara signifikan. Untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan di tahun berikutnya, bank harus lebih agresif dalam kegiatan promosi. Nilai NPL Bank tidak meningkat secara signifikan, sehingga Bank Woori Saudara harus lebih berhati-hati dalam memilih debitur, terutama dalam menganalisis kualitas debitur di masa depan sebagai strategi bank.
Abtrak (Bhs. Inggris)The thesis is titled “Financial Performance Analysis Before and After Merger (Case Study at Woori Saudara Bank)”. This study aimed to analyze the financial performance (CAR, LDR, ROE, EPS, and NPL) of a bank before and after the merger at Woori Saudara bank as a case study. The study used the quantitative approach and design as a research method to answer the formulation of the research problem. This study used secondary data from the annual report of Woori Saudara Bank from 2010 to 2018. There are five hypotheses tested from this study, which assumes that there are differences in CAR, LDR, ROE, EPS, and NPL from Woori Saudara bank before and after the merger.
The results of hypothesis testing on this study show that, H1 is rejected (there is no significant difference in CAR of Woori Saudara Bank before and after the merger), after the merger the bank has a high capital gap. H2 is rejected (there is no significant difference in LDR of Woori Saudara Bank before and after the merger), the growth of loans is not directly proportional to the growth of third-party funds on post-merger. H3 is accepted (there is significant difference in ROE of Woori Saudara Bank before and after the merger) the bank’s ability to obtain net profit becomes increasingly decline after the merger activity. H4 is accepted (there is significant difference in EPS of Woori Saudara Bank before and after the merger) the merger brings a good impact in terms of profitability, especially in EPS. Thus, the bank’s EPS value increases after carried out the merger activity. H5 is rejected (there is no significant difference in NPL of Woori Saudara Bank before and after the merger) credit management after the merger activity with no significant changes.
The implication from conclusion above are the bank must take some strategy such as issuing right issues and reducing lending in order to balance CAR value. The bank must balance the third-party funds collected by the bank so that it is directly proportional to the lending fund in order to press LDR value. To increasing ROE value, bank’s strategy must focus on housing loans, fee-based income, and also reducing overhead. Bank’s EPS value after the merger significant increase. To maintain or even improve in the next year, bank should more aggressive in promotional activities. Bank’s NPL value did not improve significantly, so the Woori Saudara Bank must be more careful in choosing debtors, especially in analyzing the quality of debtors’ in the future as their strategy.
Kata kunciMerger, Liquidity, Profitability, Capital, Loan to Deposit Ratio, Return on Equity, Non-Performing Loans, Earning Per Share, Capital Adequacy Ratio
Pembimbing 1Dr. Ade Banani, M.MS
Pembimbing 2Sulistyandari, S.E., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2020-02-10 10:15:12.248836
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.